oleh

Zondervan, BUMD Tanjungpinang Bukan Yang Mendapat Kuota Rokok FTZ


Tanjungpinang, Tuah Kepri – Direktur Operasional Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang Zondervan, mengklarifikasi permasalahan penjualan rokok ilegal bukan sebagai Dristributor yang mendapat kuota rokok khusus kawasan bebas.

“BUMD Tanjungpinang bukan sebagai distributor atau yang mendapatkan kuota, melainkan agen yang membeli rokok dari distributor. Jadi yang mendapat kuota itu PT Cahaya Terang Mitra Utama,” kata Zondervan kemarin.

Zondervan yang biasa disapa Evan menambahkan, sebagai agen yang membeli rokok dari distributor yaitu rokok UN dan Gudang Rezekibyang berlogo rokok khusus kawasan bebas. ”

Tapi masih ada rokok lain selain rokok UN yang dijual seperti Super Merah dan Hijau, Swiss Internasonal, H-Mind, Luffman, Amos dan Surry Super,” ucapnya.

Sementara nilai investasi BUMD Tanjungpinang dalam bisnis rokok, katanya hanya sekitar Rp200 juta, tergolong kecil dibanding distributor atau agen lainnya.

“Namun dalam pemberitaan di media massa seolah-olah BUMD Tanjungpinang sebagai satu-satunya “pemain besar”, padahal masih banyak lagi perusahaan lainnya. Ada informasi keliru dan ini perlu kami sampaikan kepada publik dan ini penting agar publik mengetahuinya. Disaat BUMD Tanjungpinang baru mau bangkit, kami disudutkan. Tapi untuk tahun ini kami tidak menjualnya,” katanya.

Bisnis rokok yang dilakukannya kata dia, dimulai dari pertemuannya dengan bos PT Cahaya Terang, Arifin. Saat itu, BUMD Tanjungpinang tidak memiliki banyak modal usaha, karena harus merintis dari awal akibat kondisi keuangan yang terpuruk.

Kata Evan, Arifin bersedia membantu dan kemudian BUMD Tanjungpinang menjadi agen yang menjual rokok.

Padahal sambung Evan, Arifin juga berniat mengubah lahan gersang di kawasan bebas Dompak menjadi pabrik rokok. Keseriusan Arifin itu dibuktikan dengan sejumlah pertemuan untuk mematangkan rencana itu.

Ketertarikan Arifin membuka pabrik rokok ini, katanya diawali sambutan baik dari Badan Pengusahaan Tanjungpinang ketika ia mengurus ijin untuk menjadi menjadi salah satu distributor rokok.

“Bahkan saya juga membuka jaringan ke Malaysia dan Singapura. Karena keinginan Pak Arifin, rokok itu harus diekspor ke Malaysia dan Singapura,” ucapnya. (AFRIZAL).

Komentar