Zaini : Bermain Money Politik, Pemberi dan Penerima Saksinya Pidana

TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI – Bermain politik uang atau Money Politik di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur Kepri Pilkada tahun 2020, karena sanksinya pidana.

Hal ini disampaikan ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang, Zaini pada sosialisasi pengawasan Pilkada tahun 2020 bersama Media Massa se Kota Tanjungpinang, di Nelayan Restaurant Sei Jang, Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Jumat (16/10/2020).

“Sanksi money politik ini sangat berat, karena pemberi dan penerima sama sama mendapat sanki pidana. Karena berdasarkan pasal 187A UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada,
‘Menjanjikan atau memberikan serta menerima uang atau materi lainya untuk mempengaruhi pilihan kepada calon tertentu terancam pidana 6 tahun dan dan denda Rp 1 Miliar,” kata Zaini.

Money politik atau politik uang memang masih menjadi momok yang sering kerap terjadi di setiap pesta demokrasi politik dan hampir di setiap wilayah di Indonesia.

“Jadi kami Bawaslu Tanjungpinang dalam hal ini sangat membutuhkan peran media massa untuk memberikan edukasi pendidikan kepada masyarakat tentang ketentuan dalam Pilkada ini,” ucap Zaini.

Lanjut kata Zaini, sebagai mitra kerja Pers/Media mempunyai peran yang strategis dalam menyebarluaskan informasi tentang Pilkada. Sehingga Bawaslu Kota Tanjungpinang memandang perlu tetap menjalin kerjasama dengan dengan Media massa dalam rangka meningkatkan kualitas pengawasan. (ZAL).

Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Zaini : Bermain Money Politik, Pemberi dan Penerima Saksinya Pidana"