Soerya-Iman Berikan Solusi Cara Menanggulangi Kemiskinan di Kepri

BATAM, TUAHKEPRI – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 2020, Muhammad Soerya Respationo – Iman Sutiawan nomor urut 1, memberikan solusi cara menanggulangi angka kemiskinan di Provinsi Kepri.

Hal itu disampaikannya dalam debat publik Pilgub 2020, yang diselenggaarakan KPU, di Hotel Radisson Batam, Jumat, (11/20/2020).

Menurut Muhammad Soerya nomor urut 1 ini mengatakan, pengentasan kemiskinan diperlukan koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Karena ia cukup memahami bagaimana cara untuk menanggulangi kemiskinan di Kepri. Sebab ia pernah menjabat Wakil Gubrrnur Kepri periode 2010-2015, dan juga menjabat ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TPKP) Provinsi Kepri.

“Saya pernah wakil gubernur (Kepri) dan kami membentuk yang namanya TPKP Kepri, ” ucap Soerya.

Topik pengentasan kemiskinan diangkat mengingat dari data yang ada, bahwa jumlah penduduk miskin di Provinsi Kepulauan Riau mengalami peningkatan dengan total 131.966 orang. Jumlah tersebut menujukkan kenaikan sebanyak 4.228 orang, jika dibandingkan September 2019.

Menurut Soerya, dalam pengentasan kemiskinan tidak terlepas dari angaran yang memadai. Untuk itu, setiap pemda baik provinsi hingga kabupaten/kota, harus menyediakan anggaran untuk langkah-langkah pengentasan kemiskinan di daerahnya masing-masing

“Maka (saat itu) di TPKP, kami juga mengajak dan menantang kabupaten dan kota di wilayah provinsi Kepulauan Riau yang terdiri 2 kota dan 5 Kabupaten, untuk dapat menganggarkan dana untuk penanggulangan kemiskinan,” ujar Soerya.

Lanjut kata Soerya anggaran tersebut nantinya untuk pembiayaan program-program pengentasan kemiskinan yang telah dicanangkan.

Ada beberapa program penanggulangan kemiskinan yang bisa dilakukan, yang anatara lain, program RTLH atau program pembagunan rumah tidak layak huni, program unit usaha bagi ibu-ibu rumah tangga.

“Kemudian program kesehatan bagi para balita dan peningkatan gizi keluarga, serta program pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, Pemda juga perlu lebih menggali dan memaksimalkan PAD. Karena peningkatan PAD akan berkorelasi secara langsung terhadap APBD.

“Kalau pendapatan asli daerah naik maka APBD akan naik juga,” katanya. Selanjutnya berdasarkan ketentuan yang ada, maka untuk program kesehatan dapat dianggarakan sebesar 10%, dan untuk pendidikan minimal 20% dari anggaran APBD.

Kemudian membuat kemudahan-kemudahan berinvestasi dan pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya dengan memprioritaskan penempatan tenga kerja lokal. (Red).

Soerya – Iman yakin dengan anggaran yang ada serta melalui program-program tersebut diharapakan bisa menekan jumlah pengangguran yang berdampak langsung kepada penurunan angka kemiskinan di provinsi Kepri. (Red).

Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Soerya-Iman Berikan Solusi Cara Menanggulangi Kemiskinan di Kepri"