Keluarga Mendiang Syahrul Tidak Merestui Penggunaan Namanya Disebut Dalam Kampanye

Juariah : Kita Dokan Pak Lis Menang

TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI – Istri almarhum Syahrul, Juariah, dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penggunaan nama suaminya oleh calon Walikota Tanjungpinang, Rahma, dalam kampanye politik.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak mencerminkan niat yang tulus dan tidak sesuai dengan pesan yang disampaikan oleh almarhum.

“Kami tidak ikhlas dan sangat keberatan, karena ini tidak sesuai dengan yang ia sampaikan tentang melanjutkan program dan visi-misi almarhum,” ungkap Juariah pada Jumat malam (27/9), usai menghadiri kampanye Lis Darmansyah.

Juariah mengungkapkan bahwa Rahma kerap menggunakan nama mendiang Syahrul dalam berbagai kesempatan, baik saat kampanye maupun ketika bertemu masyarakat. Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi keluarga.

“Iya sering, sering, dan kami tidak rela jika nama ayah disebut-sebut tanpa izin dari keluarga, terutama istri dan anak-anaknya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia juga menyampaikan bahwa sejak kepergian almarhum, Rahma tidak pernah menjalin komunikasi atau menunjukkan perhatian kepada keluarganya.

“Beliau tidak ada komunikasi dan perhatiannya sama keluarga,” katanya.

Sebaliknya, Juariah menyebut bahwa calon Walikota Tanjungpinang lainnya, Lis Darmansyah, tidak pernah menggunakan nama almarhum dalam kampanyenya.

“Pak Lis saat kampanye tak ada bawa-bawa nama almarhum. Gak ada, gak ada. Pak Lis gak ada bawa-bawa nama ayah,” tambahnya.

Keluarga mendiang Syahrul saat ini memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon Wali Kota dan Wakil Walikota Tanjungpinang nomor urut 2, Lis Darmansyah dan Raja Ariza (Lis-Raja). Mereka menilai Lis sebagai sosok yang baik dan selalu menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarga.

Juariah juga berharap Lis Darmansyah dapat membawa perubahan positif untuk Kota Tanjungpinang dan melanjutkan program serta visi-misi yang diusung oleh almarhum suaminya.

“Kita doakan Pak Lis menang agar bisa melanjutkan program dan visi-misi ayah,” pungkasnya.
Editor : Rizal.

Komentar