oleh

Ini Kata Ketua BP FTZ Tanjungpinang Tentang Rapat Tertutup

Tanjungpinang, Tuah Kepri – Ketua BP FTZ Tanjungpinang, Den Yelta akhirnya berhasil diwawancara pihak media, setelah rapat yang diadakan tertutup bersama SKPD Tanjungpinang oleh pihak FTZ di Hotel CK Hotel Tanjungpinang, Rabu (23/11).p_20161123_155912_1-640x374

Terkait isi rapat tersebut Ia mengakui bahwa rapat tersebut membahas tentang Wisatawan Mancanegara dari China yang akan “menyerbu” Tanjungpinang Desember 2016 mendatang.

Den Yelta mengatakan, selain kunjungan pariwisata, bisa jadi para wisatawan dari negara tirai bambu tersebut melakukan survei dibeberapa lokasi untuk mencari peluang membuka usaha dan pengembangan bisnis.

“Dan memang rapat koordinasi kami laksanakan ini, ada hubungannya dengan kedatangan turis asing dari Tiongkok pada 17 Desember 2016 mendatang. Ya mana tau mereka datang ada maksud melakukan survei dibeberapa lokasi untuk mencari peluang usaha,” katanya.

Tetapi yang jelas untuk rapat koordinasi yang dilakukan FTZ bersama unsur SKPD, Ia mengatakan belum dapat diekspose. Karena ini masalah pemahaman bersama mengenai masalah perizinan.

” Kita hanya rapat koordinasi, kita menerangkan tentang perizinan harus melalui BP2T Tanjungpinang, PTSP provinsi dan bea cukai. Di FTZ itu ada perizinan yang harus kita sinkronkan dengan SKPD terkait, seperti BP2T dan itu kita harus disepakati bersama maka itu para teman wartawan belum bisa masuk,” ucapnya.

Menyangkut perizinan, kata dia, FTZ tidak semudah yang dibayangkan. Misalnya  izin memasukkan barang, bea cukai, dan izin memasukkan tenagakerja melalui imigrasi. Hal itu harus didudukkan dan disinkronkan dengan semua stakeholder.

Karena wilayah FTZ Tanjungpinang, kata dia, meliputi Senggarang dan Dompak. Kedepannya, semua SKPD mendukung segala perizinan investor guna menanam saham. Dan Ia mengharapkan ada kemudahan perizinan bagi para calon investor nantinya.

Namun saat ditanya dimana saja kawasan FTZ Tanjungpinang, ia belum bisa menjawab. “Kalau kawasanya saya lupa dan datanya ada di kantor,” kata dia.

Dan sangat disayangkan, Den Yelta tidak mau bicara banyak tentang wisatawan China tersebut. Dia hanya mengatakan kemungkinan adanya investor masuk seletah para wisatawan China tersebut berkunjung ke Tanjungpinang. (AFRIZAL).

Komentar