oleh

Festival Pulau Penyengat, Wawasan Wisata dan Budaya

Tanjungpinang, Tuah Kepri –

Pulau Penyengat salah satu gugusan pulau di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Pulau Penyengat atau Pulau Penyengat Inderasakti dalam sebutan sumber-sumber sejarah, adalah sebuah pulau kecil yang berjarak kurang lebih 2 km dari Kota Tanjungpinang, pusat pemerintahan Provinsi Kepri.

Pulau mungil di muara Sungai Riau Pulau Bintan ini, sudah lama dikenal oleh para pelaut sejak berabad-abad yang lalu. Karena menjadi tempat persinggahan untuk mengambil air tawar yang cukup banyak tersedia di pulau ini. Belum terdapat catatan tertulis tentang asal mula nama pulau ini, namun dari cerita rakyat setempat, nama ini berasal dari nama hewan sebangsa serangga yang mempunyai sengat. Menurut cerita tersebut, ada para pelaut yang melanggar pantang-larang ketika mengambil air, maka mereka diserang oleh ratusan serangga berbisa, binatang ini yang kemudian dipanggil Penyengat dan pulau tersebut dipanggil dengan Pulau Penyengat.

Pulau yang cukup melegenda tersebut, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Tanjungpinang, akan diadakan Festival Pulau Penyengat (FPP) yakni pada bulan Februari tanggal 20 – 24 tahun 2016. Festival yang akan dilaksanakan ini bertujuan untuk membangkitkan wawasan wisata dan cinta budaya khususnya budaya melayu, kata kepala dinas pariwisata dan kebudayaan kota Tanjungpinang, Juramadi Esram.

Bahkan tujuan lainya untuk membangkitkan wawasan wisata, juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dikawasan pesisir pulau penyengat, sebagai bentuk pengembangan industri kelautan yang meliputi industri maritim, wisata, olahraga bahari, perikanan dan jasa kelautan.Sekaligus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Tanjungpinang, khususnya ke pulau Penyengat.

Peserta Festival ini melibatkan berbagai unsur dan terbuka untuk nasional. Bahkan peserta kegiatan festival ini nantinya akan diikuti oleh siswa-siswi sekolah dan perguruan tinggi, berbagai komunitas seperti komunitas gasing, jong, fotografer, dan komunitas laying-layang, selain itu pesertanya juga berasal dari kelompok sadar wisata, saka pariwisata, PKK kelurahan se – Kota Tanjungpinang, ibu rumah tangga pulau penyengat.

Festival yang diselenggarakan dengan Kementrian Pariwisata ini, rencananya juga akan dijadikan sebagai bagian dari kalender event nasional Kementrian Pawariwisata, seperti Tour de Bintan di Kabupaten Bintan.

Narasi Foto : AFRIZAL

1.

Komentar