oleh

Ekspor Kepri Agustus 2016 Naik 12,78 Persen

-Ekonomi-211 views

P_20160801_120622_1-800x444
Tanjungppinang, Tuah Kepri –Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menyatakan, ekspor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada bulan Agustus 2016 naik 12,78 persen.

“Bila dibanding ekspor pada bulan sebelumnya Juli 2016 sebesar$830,18 juta Dolar Amerika, untuk ekspor Agustus ini menjadi $936,25 juta Dolar Amerika. Artinya ekspor Agustus 2016 ini naiknya nilai sebesar 12,78 persen, ” kata Kepala BPS Kepri, Panisuanan Siregar Kamis kemarin.

Naiknya nilai ekspor Agustus 2016, Dikatakannya, disebabkan oleh naiknya ekspor komoditas migas sebesar 28,86 persen dan komoditas nonmigas sebesar 9,25 persen.

“Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Provinsi Kepri mengalami penurunan sebesar 14,93 persen, yaitu dari $1.100,51 juta Dolar Amerika, menjadi $936,25 juta Dolar Amerika,” ujarnya.

Turunnya nilai ekspor Agustus 2016 dibanding Agustus 2015, disebabkan oleh turunnya ekspor komoditas migas sebesar 12,43 persen dan nonmigas turun sebesar 15,55 persen.

Sementara total ekspor kumulatif bulan Januari-Agustus 2016 Provinsi Kepri, katanya adalah sebesar $6.918,85 juta Dolar Amerika.

“Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-Agustus 2015, mengalami penurunan sebesar 16,03 persen, yaitu dari $8.239,91 juta  Dolar Amerika menjadi $6.918,85 juta Dolar Amerika,” ucapnya.

Sementara ekspor nonmigas menurut golongan barang HS 2 Dijit ekspor nonmigas Provinsi Kepri terbesar angka bulan Januari-Agustus 2016, disumbang oleh golongan barang mesin peralatan listrik peranannya terhadap ekspor nonmigas sebesar 28,19 persen.

“Nilai ekspor barang mesin/peralatan listrik (85) naik sebesar 14,12 persen, dibanding dengan bulan Juli 2016,” katanya.

Selain itu golongan barang berikutnya, katanya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor nonmigas Provinsi Kepri selama bulan Januari-Agustus 2016, adalah mesin-mesin pesawat mekanik (HS 84), benda-benda dari besi dan baja (73), Minyak dan lemak hewan/nabati (HS 15), Kapal laut (89), berbagai produk kimia, Kokoa/coklat (HS 18), perangkat Optik (HS 90), Timah (HS 80) dan kendaraan dan bagiannya,” ucap Panusunan. (AFRIZAL).

Komentar