oleh

BPJS Kesehatan Tanjungpinang Laksanakan Sosialisasi Pada Pelaku Usaha


Tanjungpinang, Tuah Kepri – Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) tidak pernah bosan melaksanakan sosialisasi untuk memberikan jaminan sosial kesehatan Program JKN – KIS.

Sosialisasi yang dilaksanakannya yaitu untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha mikro, untuk mendaftakan karyawannya ke Program JKN – KIS, Rabu (22/2) di Gedung Serba Guna Bulang Linggi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang.

Program JKN – KIS merupakan program pemerintah yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah, yang mengharuskan seluruh masyarakat Indonesia bergabung dalam program tersebut.

Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Tanjungpinang, Riono, menjelaskan program ini telah dicanangkan oleh pemerintah pada 1 Januari 2014 dan berakhir pada 2019 mendatang.

“Dalam pencapaianya untuk di Kota Tanjungpinang, jumlah yang sudah tercover sekarang mencapai 70 persen. Dan kita berharap paling tidak pada tahun 2019, kita dapat mencapai angka 90 persen,” kata Riono dalam sosialisasi yang diadakan BPJS Kesehatan tersebut.

Riono menambahkan, program ini adalah program yang harus dijalakan, dan perlu ditaati oleh seluruh pelaku usaha.

“Apabila nanti masih kedapatan pelaku usaha yang belum terdaftar, maka akan diberikan sangsi,” ucap Riono.

Maka itu kata Riono, dengan mengundang Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Kepala perizinan terpadu satu pintu dan penanaman modal, untuk dapat memberikan pencerahan bagi para pelaku usaha yang hadir pada sosialosasi ini.

“Saya berharap peran aktif dari pemerintah daerah, masyarakat dan para pelaku usaha dalam mensukseskan program JKN – KIS. Dan saya menginginkan masyarakat mematuhi aturan, namun pihak BPJS sendiri perlu meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Karena hingga saat ini, kami masih terus mendengar keluhan yang disampaikan masyarakat atas ketidakpuasan pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan. BPJS harus seperti pohon yang rindang yang dapat digunakan untuk berteduh, apabila pelayanan itu sudah baik maka orang-orang pasti akan datang dengan sendirinya,” kata Riono.

Namun untuk mendukung program tersebut, Pemerintah sendiri berperan dalam mensyukseskannya.

“Khususnya bagi masyarakat kurang mampu, telah kita tanggung melalui APBN sebanyak 40.000 lebih, melalui APBD kita pun sudah menangung sekitar 14.000 lebih,” kata Riono.

Terpisah Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Tanjungpinang yang merupakan ketua panitia pelaksana, Gunardi Candra, menyampaikan tujuan diadakan kegiataan ini adalah untuk memberi pemahaman kepada pelaku usaha agar memiliki rasa tanggungjawab dan berkewajiban untuk mendaftakan diri serta karyawannya ikut serta dalam program JKN-KIS.

“Dan sasaran pada sosialisasi ini yaitu pelaku usaha mikro sebanyak150 pelaku usaha, ” kata Gunardi.

Pada sosialisasi ini, juga dihadiri Kejari Kota Tanjungpinang, Kepala PTSP Kota Tanjungpinang, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Tanjungpinang Dr. Lenny Marlina. (AFRIZAL).

Komentar