TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI – Tunggakan pembayaran Jasa Pelayanan (Jaspel) bagi tenaga kesehatan (nakes) di tahun 2024 di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT) Provinsi Kepulauan Riau masih menjadi sorotan.
Hingga kini, pihak manajemen RSUD RAT Kepri belum memberikan penjelasan resmi terkait keterlambatan pembayaran tersebut.
Berdasarkan informasi sumber internal tenaga kesehatan mengeluhkan belum diterimanya Jaspel selama tiga bulan di tahun 2024. Kondisi ini dinilai berdampak pada kesejahteraan nakes, baik medis maupun nonmedis, yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada manajemen RSUD RAT Kepri untuk memperoleh klarifikasi mengenai penyebab tunggakan serta kepastian waktu pembayaran. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak rumah sakit.
Berita sebelumnya, media ini sudah mengkonfirmasi Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri, dr. Bambang Utoyo, M.A.P menayakan
apa benar untuk Jasa pelayanan (Nakes) yang tertunggak 3 bulan di tahun 2024 untuk tenaga medis dan non medis diduga belum dibayar pihak RSUP RAT Kepri, ia menyampaikan dirinya sedang menjalankan dinas luar daerah.
“Saya lagi di Kementerian Kesehatan. Silakan ketemu dengan para wakil direktur di rumah sakit,” ujar Bambang singkat.
Kemudian media ini menghubungi Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD RAT Provinsi Kepri, drg. Mardiansyah, M.Kes. Terkait tunggakan Jaspel tahun 2024.
Ia menyampaikan bahwa dirinya bukan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk anggaran Jasa Pelayanan tenaga medis dan non medis di tahun 2024.
“Untuk jawaban soal itu sebaiknya tanyakan langsung ke PPTK-nya agar mendapatkan penjelasan yang tepat, karena bukan saya PPTK-nya,” katanya.
Namun ia memastikan bahwa Jasa Pelayanan bagi tenaga medis dan nonmedis untuk tahun 2025 telah dibayarkan karena ia sebagai pejabat PPTK nya.
“Tahun 2025 sudah dibayarkan. Untuk rinciannya saya belum bisa menjelaskan,” ucapnya singkat, seraya menyebut belum dapat memaparkan jumlah total anggaran yang telah dibayarkan maupun jumlah tenaga medis dan nonmedis penerima Jaspel di RSUD RAT Provinsi Kepri.
Namun kata drg Mardiansyah
Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan ini untuk jawaban ia menyarankan coba langsung ke rumah sakit.
Kemudian media ini mendatangi RSUD RAT Kepri, Senin (9/2/2024) pagi untuk mengkonfirmasi PPTK untuk anggaran Jasa Pelayanan tenaga medis dan non medis di tahun 2024, media ini disambut oleh Humas RSUD RAT Kepri Akhiriamia dan ia mengatakan kalau PPTKnya lagi rapat. (Rizal).









Komentar