oleh

KPPAD Kepri, Minta Pengusaha Warnet Lebih Selektif Terima Konsumen

Tanjungpinang, Tuah Kepri – Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), M Faizal meminta kepada pengusaha atau pengelola warnet untuk lebih selektif dalam menerima konsumen.

“Kami minta pengusaha warnet agar lebih selektif menerima penggunaan warnet, khususnya anak-anak dari kalangan pelajar, baik didalam maupun diluar jam sekolah, apalagi pada malam libur,” kata M Faisal, Sabtu (28/1).

Bahkan selain itu, ia juga mengimbau kepada pemerintah agar melakukan penertiban dan menutup warnet jika kedapatan tak memiliki izin.

“Begitu juga bagi warnet yang memiliki izin, agar diberikan batas jam operasional. Sedangkan bagi yang tidak mengantongi izin ditutup saja,” tegasnya.

Karena dikatakannya, pihaknya juga telah menyampaikan kepada lembaga legislatif agar bisa bersama-sama mengawasi persoalan kasus terhadap anak dibawah umur.

“Dan menyangkut hal ini, DPRD berencana memanggil SKPD terkait. Semua aturan itu sudah ada. Tapi, pelaksanaan pengawasannya dilapangan yang lemah,” ujarnya.

Karena pemberitaan sebelumnya di Media, Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro melalui Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan menyampaikan, di Januari 2017 telah terjadi 6 kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur.

“Ini memprihatinkan, di awal Januari ini saja sudah terjadi 6 kasus pelecehan seksual terhadap anak. Orang tua harus lebih peka dalam mengawasi anaknya,” tutur Andri. (AFRIZAL).

Komentar