TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI – Qurban berasal dari bahasa Arab qariba – yaqrabu – qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat. Dalam kata lain, Qurban artinya mendekatkan diri kepada Allah.
Berqurban tidak semata – mata bisa menghapus dosa, memberikan rezeki kepada yang membutuhkan atau menjalankan ibadah sunnah Allah SWT. Di sisi lain qurban ini menjadi salah satu bentuk ibadah yang dicintai Allah SWT.
Saat ngobrol santai ditemani secangkir kopi bersama H Saiful Bahri yang biasa di panggil bang Haji mengatakan, makna berqurban adalah berjuang menghilangkan ego, nafsu, cinta dunia yang berlebihan.
Qurban mengajari manusia untuk melepaskan ke egoan dari setiap kepemilikan, sehingga konsep kepemilikan sejatinya hanya milik Allah SWT.
” Jadi makna berqurban saat ini adalah berjuang menghilangkan ego, nafsu, cinta dunia yang berlebihan, ” ucap H Syaiful Bahri yang merupakan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Kepri dari Partai PKB ini, Senin (26/6/2023).
H Saiful kelahiran Sumenep mempunyai 3 orang anak ini menambahkan, sedangkan ibadah Qurban yang di lakukan dengan cara menyembelih binatang yang hakikatnya adalah bentuk ekspresi keimanan dan ketakwaan atas perintah Allah SWT dan Rasulnya.
“Maka untuk saat ini sifat ego dan hawa nafsu adalah suatu perjuangan yang harus di hilangkan dari sifat – sifat kebinatangan dalam diri Manusia itu sendiri, ” ucap H Syaiful yang pernah menjabat dua periode anggota Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang tahun 2009 – 2019.
Lanjut kata Wakil Ketua PKB Provinsi Kepri ini, hikmah berqurban sebagai bukti rasa syukur atas segala nikmat yang telah di berikan oleh Allah SWT.
“Selain rasa syukur, berqurban sebagai ungkapan simpati dengan sesama dan berqurban juga sebagai ibadah yang diartikan hubungan dengan kholiq dan hirizontal yang berhubungan dengan sesama, ” ucap Politisi dari Partai PKB ini. (Rizal).









Komentar