Gubernur Ansar Ahmad Serahkan Bansos Untuk 5.000 KK di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad telah menyerahkan berbagai bantuan kesejahteraan sosial berupa bahan pokok beras, bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat, dan bantuan perikanan bagi nelayan di Kota Tanjungpinang.

Acara penyerahan ini berlangsung di Aula Wan Sri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (2/7/2024).

Sebanyak 5.000 kepala keluarga (KK) di Tanjungpinang menerima bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Sosial berupa 10 kg beras per KK. Bantuan tersebut didistribusikan di empat kecamatan, dengan rincian sebagai berikut:

Kecamatan Tanjungpinang Barat: 1.026 paket.
– Kemboja: 212 paket
– Tanjungpinang Barat: 372 paket
– Bukit Cermin: 231 paket
– Kampung Baru: 211 paket

Kecamatan Tanjungpinang Kota: 687 paket.
– Penyengat: 330 paket
– Kampung Bugis: 145 paket
– Senggarang: 147 paket
– Tanjungpinang Kota: 65 paket

Selain itu, bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk pengembangan ekonomi juga diserahkan, dengan 17 penerima di Kecamatan Tanjungpinang Barat dan 6 penerima di Kecamatan Tanjungpinang Kota, masing-masing menerima Rp 2,5 juta.

Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, bantuan perikanan juga diberikan berupa pengadaan jaring udang sebanyak 270 pcs untuk 54 penerima dengan total anggaran Rp 175,5 juta. Selain itu, pengadaan sampan fiber dayung sebanyak 20 unit untuk 20 penerima dengan anggaran Rp 211 juta, serta klaim santunan untuk BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.203 penerima dengan anggaran Rp 242,5 juta.

Gubernur Ansar menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan kepada mereka yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Kami harapkan bantuan ini dapat menolong masyarakat Tanjungpinang, tetapi masyarakat juga tidak boleh bergantung pada program seperti ini. Masyarakat Kepri harus tetap bersemangat, optimis, dan berusaha agar ke depannya lebih bisa mandiri,” harapnya.

Gubernur Ansar juga memaparkan berbagai program strategis yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau selama tiga tahun lebih menjabat, termasuk pembangunan Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Tanjunguban, program penempatan para ustad di pulau-pulau terpencil, pengembangan layanan kesehatan di RSUP RAT, pembangunan rumah singgah di Jakarta dan Batam, pembangunan jalan di seluruh kabupaten/kota di Kepri, rehabilitasi penyembuhan, serta pembangunan Jembatan Batam Bintan.

“Kami berdoa agar akhir tahun, proses lelang Jembatan Batam Bintan sudah bisa dilaksanakan sehingga pembangunannya bisa dimulai dan kami harapkan 2,5 sampai 3 tahun sudah bisa selesai,” ujarnya.

Dalam bidang pendidikan, berbagai program juga telah diluncurkan untuk meringankan beban orang tua siswa, termasuk pembagian pembayaran SPP untuk SMA/SMK/SLB yang mulai berlaku pada Juli 2024, pemberian seragam sekolah gratis, bantuan transportasi untuk siswa, bantuan beasiswa untuk mahasiswa D3 dan S1, penambahan ruang kelas baru, serta pemberian insentif untuk guru-guru swasta.

“Semoga dengan berbagai bantuan dan kemudahan ini semakin menambah semangat anak-anak kita untuk belajar dan tidak ada lagi kasus anak-anak kita yang tidak bisa ikut ujian karena belum membayar tunggakan uang SPP,” harapnya.

Program lainnya meliputi bantuan pembayaran BPJS untuk 32.000 nelayan di Provinsi Kepri, pelaksanaan Program Kepri Terang yang mencakup sekitar 11 ribu rumah tangga di pulau-pulau terpencil, program percepatan layanan telekomunikasi di wilayah 3T, program sertifikasi tanah terutama untuk nelayan yang rumahnya berada di atas perairan, serta pemberian insentif untuk imam masjid, petugas posyandu, babinkamtibmas, RT/RW, penyuluh agama, dan lainnya.

“Berbagai program yang kita laksanakan pada dasarnya kita persembahkan untuk seluruh warga Kepri dan harus memberikan manfaat sebaik-baiknya supaya bapak/ibu dapat merasakan bahwa selama ini pemerintah telah bekerja maksimal untuk mensejahterakan masyarakatnya,” tutup Gubernur Ansar. (Red).

Komentar