oleh

Dwi Ria Latifa, Sampaikan Reformulasi Sistem Prencanaan Pembangunan Nasional Dengan Model GBHN Pada Mahasiswa UMRAH

-Politik-147 views

Tanjungpinang, Tuah Kepri –

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kepri, Dwi Ria Latifa, melakukan dengar pendapat bersama mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), tentang reformulasi sistem perencanaan pembangunan dengan model Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 2016, Selasa (7/6) di UMRAH Dompak Tanjungpinang.

Kunjungan kerja yang dilaksanakanya kali ini di dapilnya Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), bertepatan Puasa Ramadhan hari kedua 1437 Hijriah dan ini merupakan salah satu bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai Ranggota MPR-DPR RI.

Melalui dengan pendapat ini, diharapkan akan dapat diperoleh masukan dari mahasiswa maupun masyarakatterhadap upaya reformulasi sistem perencanaan pembangunan dengan model GBHN.

Dwi Ria Latifa anggota DPR RI berpoto bersama dengan mahasiswa UMRAH
Dwi Ria Latifa anggota DPR RI berpoto bersama dengan mahasiswa UMRAH

“Munculnya pemikiran untuk reformulasi sistem perencanaan pembangunan dengan model GBHN, tidak terlepas dari realitas kenyataan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan setelah Garis- Garis Besar Haluan Negara ditiadakan melalui amandemen UUD 1945 yang merubah peran MPR RI,” kata Dwi Ria Latifa kelahiran Tanjung Balai Karimun ini dihadapan para mahasiswa UMRAH.

Lanjut Dwi menjelaskan, pada awalnya GBHN merupakan Haluan Negara adalah, haluan negara tentang penyelenggaraan negara dalam garis-garis besar yang didalamnya, terdapat pula pogram pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Setelah GBHN dihapus, pedoman pelaksanaan pembangunan adalah sistem perencanaan pembangunan nasional (SPPN) yang di Undang-Undangkan melalui UU nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU SPPN), yang mencakup Rencana Pembangunan Jangka Menegah atau Jangka Panjang (RPJM/RPJP) yang dirumuskan berbasis pada pogram yang dibuat calon Presiden terpilih,” ucap Dwi Ria Latifa anggota DPR RI Dapil Kepri ini.

Namun selama ini katanya dihadapan mahasiswa UMRAH, penerapan pelaksanaan RPJM/RPJP memiliki kelemahan-kelemahan.

“Antara lain, RPJM Nasional sagatlah bersifat executive centris. Kemudian ketidak sesuaian antara visi misi dan pogram kerja Presiiden terpilih dengan visi misi dan pogram kerja kepala daerah. Dan tidak bersifat menyeluruh dan tidak berkelanjutan (selalu berganti seiring pergantian pemerintahan dan digunakan jangka panjang),” ujar Dwi Ria Latifa.

Karena itulah, kata Dwi Ria Latifa, timbul pemikiran untuk membangun kembali suatu sistem yang mampu memungkinkan bagi pelaksanaan pembangunan yang bersifat menyeluruh, jangka panjang, berkelanjutan dan mampu menyatukan visi misi dan langkah pemerintah pusat dan daerah melalui GBHN.wi

“Dalam formulasinya GBHN ini akan dirumuskan pokok pokok kebijakan nasional untuk jangka panjang yaitu 25,50 hingga 100 tahun. Sedangkan jangka menegah yaitu mulai 5 tahunan bagi semua lembaga-lembaga negara, yang kewenanganya bersumber dari konstitusi atau UUD, seperti MPR, DPR, DPD, Presiden, BPK, MA, dan KY,” katanya.

Selain itu, di dalam GBHN juga di rumuskan pokok-pokok kebijakan nasional bagi lembaga-lembaga negara yang kewenanganya bersumber dari UUD. Seperti DPR, DPD, BPK, MA, MK dan KY.

“Dengan demikian maka akan tercipta harmonisasi dan kesinambungan antar lembaga negara yang berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan bernegara,” ucap Dwi.

Bahkan dikatakanya lagi, dalam mereformulasi sistem perencanaan pembangunan dengan model GBHN, diperlukan partisipasi dan peran aktif dari setiap komponen bangsa dalam rangka mewujudkan tercapainya suatu formulasi GBHN yang mengabdi kepada kepentingan nasional.

“Dan inti dengar pendapat ini, kedepan agar pembangunan lebih terarah sesuai dengan GBHN,” ucapnya.

Setelah Dwi Ria Latifa memafrakan kepada mahasiswa UMRAH, kemudian dilajutkan tanya jawab. Dan pertayaan tersebut disampaikan oleh Mahasiswa UMRAH Nina Farida Amelia yang menayakan tentang apakah harus mengembalikan GBHN ke masa Orde baru dan UU, padahal selema ini pemerintahan sudah berjalan dengan baik. Kemudian pertayaan lainnya Fuat, menyampaikan apa saja yang telah dibuat oleh Ibu Dwi Ria Latifa sebagai anggota DPR RI komisi III untuk dapilnya Provinsi Kepri.

Lalu Dwi Ria Latifa menjawab dan ia mengatakan sangat kagum terhadap mahasiswa UMRAH dengan semangat jiwa mudanya.

“Saya kagum dengan pertayaan Nina dengan jiwa muda yang sangat semangat. Memang pemerintahan kita sudah berjalan dengan baik. Secara ringkas dalam dengar pendapat disini kita membicarakan pogram dari Presiden terpilih dan untuk pelaksanaan pembangunan yang bersifat menyeluruh, jangka panjang, berkelanjutan dan mampu menyatukan visi misi dan langkah pemerintah pusat dan daerah melalui GBHN.
Tapi yang jelas untuk pertayaan dan aspirasi dari mahasiswa ini, akan saya sampaikan kepusat untuk dibahas,” katanya.

Kemudian untuk pertayaan Fuat apa yang telah di buat untuk di dapilnya Kepri, Dwi Ria Latifa mengatakan, untuk perbuatan yang telah dilaksanakannya biarlah masyarakat Kepri yang menilainya.

“Tapi yang jelas, untuk adek-adek mahasiswa apa yang telah saya lakukan bisa dilihat dari pemberitaan Website digoogle untuk di Kepri. Karena bulan kemarin sebelum memasuki puasa Ramadhan 1437 Hijriah, kita sudah berkunjung ke Tanjungpinang untuk melakukan kunjungan kerja tentang sosialisai 4 pilar. Kemudian bisa dilihat di Facebook saya Dwi Ria Latifa apa saja yang telah saya lakukan,” kata Dwi Ria Latifa kepada adek-adek mahasiswa UMRAH. (AFRIZAL).

Komentar