Tanjungpinang, Tuah Kepri – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, menargetkan tercapainya Eliminasi penularan HIV, Sifilis dan atau Hepatitis B pada tahun 2022 mendatang. Hal itu disampaikan Rustam, SKM, M.Si, Kadis Kesehatan Dalduk dan KB Kota Tanjungpinang, Rabu (17/10/2018).
“Indicator pencapaian target eliminasi sebagaimana disebut, ditandai dengan jumlah infeksi baru HIV, Sifilis dan atau Hepatitis B pada anak kurang dari atau sama dengan 50 per 100 ribu kelahiran hidup. Dan pada tahun 2022 jumlah anak yang tertular 3 Penyakit tersebut dari Ibunya menjadi lebih kecil dari 50 per 100 ribu kelahiran hidup,” katanya.
Menurut Rustam, target tersebut dicanangkan sebagai bentuk dukungan dan tindak lanjut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 52 Rahun 2017, Tentang Eliminasi Penularan Human Imunodeficiency Virus, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu Ke Anak
“Kemungkinan penularan tiga Penyakit tersebut dari Ibu ke anak harus dicegah seminimal mungkin, karena akan ber dampak pada kesakitan, kecacatan, dan kematian serta memerlukan pelayanan kesehatan jangka panjang dengan beban biaya yang besar,” ucapnya.
Lanjut dikatakanya, untuk dapat mencapai tahapan tahapan tersebut, Dinkes akan meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat deteksi dini HIV, sifilis dan hepatitis B, meningkatkan pengetahuan dan tanggungjawab ibu hamil sampai menyusui dan pasangannya. Serta meningkatkan peran masyarakat untuk menjaga keluarga sehat sejak dari kehamilan.
Adapun tahapan pelaksanaan Eliminasi, katanya, akan ditempuh melalui 4 tahap. Yaitu : Akses terbuka pada tahun 2018-2019. Pra Eliminasi Penularan pada tahun 2020-2021. Eliminasi Penularan pada tahun 2022. Dan pemeliharaan pada tahun 2023-2025.
Rustam menjelaskan, sementara jumlah ibu hamil yang mengikuti skrining HIV misalnya, pada tahun 2018 mencapai 1807 orang, dan yang diketahui positif sebanyak 5 orang. Yang mengikuti skrining sifilis 1807 orang, 4 diantaranya positif. Sedangkan yang mengikuti skrining hepatitis B 1787 orang , 35 diantara nya positif.
Dengan diketahui adanya Ibu hamil yang terinfeksi secara dini, sambung dia, maka upaya pengobatan terhadap Ibu yang bersangkutan menjadi lebih cepat. Dan yang paling penting, bayi yang dilahirkan dapat dicegah agar tidak tertular dari Ibunya.
“Sejauh ini sudah semakin meningkat kesadaran para ibu hamil untuk mengikuti skrining 3 penyakit dimaksud,” ucapnya. ( ZAL).







Komentar