Bawaslu : Coblos Lebih dari Satu Kali dan Mengaku Orang lain, Terancam Pidana

Tanjungpinang, Tuah Kepri – Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhamad Zaini mengingatkan jangan melakukan kecurangan dengan mencoblos surat suara lebih dari satu kali di satu TPS atau lebih karena sanksinya pidana.

Selain dilarang mencoblos lebih dari satu kali, juga jangan ada oknum yang mengaku dirinya sebagai orang lain atau menggunakan formulir C6 orang lain pada saat pemungutan suara, karena akan terancam sanksi pidana yang sangat berat.

” Karena Bawaslu telah mensiapkan 567 Pengawas di semua TPS yang akan fokus mengawasi dan mengantisipasinya saat proses pemungutan suara. Jika ketahuan dan terbukti melanggar, maka sanksi penjara dan denda sudah menanti,” tegas Zaini, Selasa (16/4/2019).

Dijelaskan Zaini, sanksinya telah diatur dalam Pasal 533 Undang – Undang No.7 Tahun 2019 tentang Pemilu, bahwa:
“Setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara mengaku dirinya sebagai orang lain dan/atau memberikan suaranya lebih dari 1 (satu)  kali di 1 (satu) TPS atau lebih, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1(satu)  tahun 6(enam)  bulan dan denda paling banyak Rp 18.000.000,00 (delapan belas juta rupiah)”.

Selain itu, dalam mengantisipasi kecurangan dan pelanggaran, Bawaslu juga melibat pemantau pemilu, relawan dan masyarakat yang telah mengikuti sosialisasi pengawasan partisipatif untuk mengawasinya di TPS.

Bahkan money politik pada saat pemungutan suara pun mendapatkan sanksi yang telah tegas. Dalam pasal 523 ayat 3, jika terbukti, maka akan terancam 3 tahun penjara dan 36 juta denda uang serta diskualifikasi dari pencalonan.

“Kami harapkan siapa pun oknum yang melakukannya, maka harap segera laporkan kepada Bawaslu dan jajaran pengawasnya,” ucapnya.(ZAL).

Email Autoresponder indonesia
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Bawaslu : Coblos Lebih dari Satu Kali dan Mengaku Orang lain, Terancam Pidana"