Zuhardi “Berang” Baliho Kapolda Kepri Ditutup Oleh Baleho Bupati Lingga Tanpa Koordinasi

TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga diduga tanpa koordinasi menimpa baliho foto Kapolda Kepri dengan foto baleho Bupati Lingga, Nizar, dan Sekdakab, Armiya, di Dabo, Kamis (14/03/2024).

Atas hal ini, Zuhardi, Korwil Himpunan Melayu Raya (Hi-Melaya), menyatakan ketidakpuasannya terhadap tindakan tersebut, menilai Pemkab Lingga kurang beretika dan beradab.

“Pemasangan baliho Kapolda Kepri tanpa koordinasi dan pemberitahuan sangat mengejutkan dan kurang etis,” katanya kepada media ini, Jumat (15/3/2024).

Juai, seorang pemuda Lingga itu tudak terima akan hal tersebut. Menurutnya, baliho orang nomor satu di Polda Kepri diperlakukan seperti tidak ada sikap toleransi.

“Apa maksud dari semua ini, ” katanya kesal dan geram dan langsung ia berkoordinasi sama protokol pemkab.

KabagOps Polres Lingga, Kompol Efendri Ali, menanggapi kejadian tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap pimpinan tertinggi Polda Kepri.

Menurutnya, meskipun Polres Lingga menganggap Pemkab Lingga sebagai mitra yang baik, kejadian ini tidak dapat dibiarkan.

” Pihak yang bertanggung jawab harus meminta maaf kepada Polda Kepri dan Kapolda Kepri, serta menegaskan pentingnya menghormati pimpinan tertinggi Polda Kepri, ” katanya.

Atas peristiwa ini, menurutnya menciptakan ketegangan antara Pemkab Lingga dan instansi kepolisian setempat, dengan tuntutan untuk klarifikasi dan permintaan maaf atas tindakan yang dianggap tidak beretika tersebut.

Sementara Widi Satoto, Kabag Prokompim Kabupaten Lingga, menyatakan bahwa baliho tersebut sudah diturunkan kembali, dengan menyebut pihak ketiga sebagai yang bertanggung jawab atas pemasangannya.

Padahal Baliho Kapolda Kepri, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah yang terpanjang berisi imbauan dan ditimpa spanduk baleho dari Pemerintah Kabupaten Lingga yaitu baleho Bupati Lingga M. Nisar dan Sekda Lingga Armia.

Baleho Kapolda Kepri merupakan pesan moral “Kepri Adalah Kita” yang ada di baliho imbauannya merupakan ajakan kepada semua masyarakat Kepri untuk menjaga kepri penuh dengan lembut, cinta damai, arif dengan pesona budaya Melayu. Rzl/Ra).

Editor : Rizal.

Komentar

Berita Terkini