Warga Tanjungpinang Keluhkan Harga Kebutuhan Pokok Naik

TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI- Masyarakat Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), mengeluhkan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang terjadi menjelang akhir tahun 2025.

Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan juga dirasakan langsung oleh para ibu- ibu rumah tangga.

Sejumlah warga menyebutkan harga bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan cabai mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Kenaikan harga ini membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, sementara pendapatan masyarakat cenderung tetap.

“Sebelumnya belanja harian masih bisa diatur, sekarang terasa berat karena hampir semua bahan pokok naik,” ujar salah seorang warga Tanjungpinang, Revi, Rabu (17/12/2025).

Masih dikatakanya, kenaikan harga yang cukup tinggi ini, mulai dirasakannya memasuki bulan Desember menjelang akhir tahun 2025.

” Harganya naik sudah kita rasakan masuk Minggu pertama Desember menjelang akhir tahun 2025 dan jujur kita katakan ini sangat berat,” ucapnya.

Begitu juga disampaikan ibu rumah lainya, Mar. Ia mengatakan bingung kalau belanja karena harga barang sudah pada naik semua.

“Beras naik dari harga perkilonya Rp12.500 sekarang sudah mencapai Rp 13.800 naiknya sekitar Rp1.300 per kg. Kemudian minyak goreng naik, cabai merah keriting perkilo sekitar bulan Nopember lalu sekitar 60 ribu perkilo sekarang harganya mencapai sekitar Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu perkilo gran dan juga belum barang lainya juga pada naik,” katanya.

Pedagang di pasar tradisional tidak mau disebutkan namanya, juga mengakui adanya kenaikan harga dari distributor. Menurut mereka, kenaikan harga modal berdampak langsung pada harga jual ke konsumen.

Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, seperti pengawasan distribusi, operasi pasar murah, serta memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok tetap aman.

Kenaikan harga kebutuhan pokok ini dikhawatirkan akan terus menekan daya beli masyarakat jika tidak segera diantisipasi, terlebih menjelang momen tertentu yang biasanya diikuti lonjakan permintaan. (Rizal).

Komentar

Berita Terkini