TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI – Wakil Ketua (Waka) I DPRD Kota Tanjungpinang, Novaliandri Fathir mempertayakan apa kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk pengunaaan anggaran Refocusing Covid 19.
“Karena anggaran yang direfocusing, kami belum nampak kegiatan Pemerintah Kota Tanjungpinang yang langsung menyentuh ke masyarakat. Ke mana anggaran refocusing COVID-19, jadi kami meminta untuk serius,” kata Novaliandri Fathir, Selasa (10/8/2021).
Fathir menilai Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang tidak transparan mengenai penggunaan refocusing anggaran COVID-19.
“Dan hingga sampai saat ini, DPRD Kota Tanjungpinang mempertanyakan dan meminta perubahan terakhir daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) tahun 2021 Pemko Tanjungpinang, ” ucap politisi Partai Golkar ini.
Zaman sekarang ini, katanya, semua bisa mengakses data, tapi mereka tidak bisa memberikan data. Tentu ini menjadi pertanyaan besar.
“Karena tahapan refocusing – refocusing anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah selesai. Namun, kenapa Pemko Tanjungpinang dan TAPD tidak bisa memberikan data DIPA terakhir tersebut ke DPRD, ” ucapnya.
Lanjut kata Fathir, berdasarkan rapat internal, DPRD Kota Tanjungpinang akan menyurati secara resmi ke Pemko Tanjungpinang untuk mempertanyakan penggunaan dana yang di refocusing.
“Sampai saai ini, belum ada berkas untuk KUA dan PPAS dibahas. Kami akan memberikan tembusan ke Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) agar bisa menjadi perhatian khusus terhadap Pemerintah Kota Tanjungpinang,” katanya.
Sementara media ini mengutip media Ulasan.co, Walikota Tanjungpinang Rahma ngacir menghindari pertanyaan mengenai transparansi refocusing anggaran COVID-19.
Ia memilih bungkam saat ditemui di kantor Walikota Tanjungpinang, Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (10/08) sore.
Ia langsung bergegas menuju mobil dinasnya dan meninggalkan kantornya. Padahal, awak media hanya ingin menanyakan soal recofusing anggaran COVID-19 yang diduga tidak transparan di Pemerintah Kota Tanjungpinang. (Red).






Komentar