oleh

Rumah Terendam Banjir, Kapolres Lingga Padli Agus dan Jajaran Beserta Camat Turun ke Lokasi

LINGGA, TUAHKEPRI – Delapan rumah warga Desa Tinjul Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga, terendam banjir akibat air hujan deras yang menguyur desa tersebut, Kamis (22/9/2022).

Bukan hanya delapan rumah warga tersebut yang terendam banjir, airpun meluap hingga kejalan raya serta tempat – tempat fasilitas umum. Bahkan akibat derasnya hujan, sehingga sungai yang ada di Desa tinjul tersebut tak mampu menampung Debit air yang begitu besar dan merendam pemukiman warga.

” Intensitas curah hujan dengan waktu lebih kurang lima jam kali ini memang cukup tinggi, jadi kita akan selalu pantau dimana titik-titik rawan banjir khususnya di wilayah selalu kondisi yang dikhawatirkan ini,“ ungkap Kapolres Padli Agus.

Ini katanya, adalah salah satu bentuk kepedulian dari instansi kepolisian terhadap masyarakat Desa Tinjul yang terkena dampak banjir.

“Warga yang tempat tinggal terendam air, kami berharap lebih waspada,” katanya.

“LDitempat yang sama, Kades Tinjul, Amren mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada pihak Polres dan Camat beserta rombongan yang telah peduli dan cepat tanggap kepada warganya. Pantauan Awak media di lokasi ada sekitar 8 Kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir tersebut.

Sementara itu, Saharum RT.001 menceritakan awalnya ia bersama Abdul rahman Warga setempat yang mengalami banjir dan ia menyampaikan, dengan ketinggian dan derasnya air saat pagi tadi hampir saja ia (Saharum) mengalami musibah akibat dibawa derasnya gelutan air kedalam gorong-gorong.

“Nasib baiknya Allah masih memberi saya kekuatan untuk memegang dipinggir sungai. Kalau tidak saya tak tau lagi entah apa yang terjadi pada saya ucap saharum selaku RT.001,” katanya.

Lanjut Saharum mengucapkan terima kasih kepada pihak Polres serta pak camat bersama jajaranya atas kepeduliannya kepada kami.

Saya pun berharap agar pemerintah Kabupaten Lingga, bisa segera mencarikan solusi untuk menanggulangi permasalahan banjir musiman yang selalu terjadi di Desa tinjul, pintanya, (Dullah).

Komentar