PSMM Harus Bijak Menyikapi Pro dan Kontra Pendirian Organisasi Minang Kepri

TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI –
Beredarnya Player Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Pendirian Induk Organisasi Minang di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mendapat berbagai tanggapan dari sejumlah Masyarakat Minang Kota Tanjungpinang.

Hal ini berkenaan dengan adanya Logo Perserikatan Sosial Minang Maimbau (PSMM) dan Foto Ketua Umum PSMM pada Player tersebut.

“Sebelumnya sudah pernah dibawa ke rapat pengurus PSMM Kota Tanjungpinang, semua peserta rapat sepakat menolak wacana keikutsertaan organisasi PSMM pada pendirian organisasi tersebut, dikarenakan PSMM hanya berada di tingkat Kota Tanjungpinang,” urai salah seorang tokoh Minang Kota Tanjungpinang H.Buskardi Rabu, (07/05/2025).

Ketua Dewan Penasehat PSMM tersebut juga menyampaikan, hasil keputusan rapat tersebut sudah disampaikan juga di acara rutin PSMM yang dilaksanakan di Surau Minang Maimbau Jalan Kamboja.

“Berarti tidak menghargai dan menghormati hasil rapat yang sudah disepakati bersama”ucap nya.

Namun pada kenyataannya, justru agenda yang sudah dijadwalkan pada tanggal 11 Mei 2025 di Kota Batam tersebut malah terdapat logo dan foto ketua umum PSMM Kota Tanjungpinang, tentu hal ini sangat bertentangan dengan hasil musyawarah pengurus PSMM yang dihadiri oleh Dewan Penasehat dan Dewan Penyantun.

“Saya sebagai salah seorang warga Minang di Kota Tanjungpinang sangat menyayangkan sikap dari sejumlah elit PSMM sebagai organisasi induk orang Minang di Kota Tanjungpinang tidak bijak dalam menyikapi pro dan kontra dari masyarakat nya sendiri,” kata Amir Hamzah Sikumbang.

Ia menyarankan, agar PSMM lebih bijaksana dalam mengambil keputusan, agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat Minang Kota Tanjungpinang.

“Apalah artinya mendirikan sebuah organisasi baru, malah membuat kita tidak kompak, kan tidak ada manfaatnya,” tutupnya.

Salah seorang warga Minang Kota Tanjungpinang lainnya, Jhon juga menyayangkan hal tersebut, karena menurutnya, keutuhan organisasi PSMM lebih utama dibandingkan pendirian organisasi baru.

“Saat ini lebih baik kita fokus menata dan membenahi organisasi PSMM untuk lebih baik dibandingkan ikut ikutan mendirikan organisasi baru yang level Provinsi. Marilah sama sama kita besarkan PSMM ini untuk mengayomi, melindungi serta bermanfaat bagi masyarakat Minang di Kota Tanjungpinang. Jika hal itu belum terwujud, maka sebaiknya PSMM tidak perlu ikut dalam agenda tersebut, sesuai hasil rapat pengurus,” katanya. (S/Al).

Komentar