TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI- Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang telah mengambil langkah aktif dalam memerangi stunting dengan mengaktifkan gerakan posyandu.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan anak dan menekan angka stunting yang masih menjadi masalah serius di Kota Tanjungpinang.
Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Hasan, S.Sos, menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani stunting di kota tersebut, mulai dari pemantauan kesehatan anak hingga pemberian bantuan susu untuk bayi dan makanan sehat bagi ibu hamil.
“Kami telah melakukan pemantauan ke rumah balita stunting yang mendapatkan bantuan susu. Hasilnya menunjukkan perubahan yang lebih baik,” kata Hasan saat pembukaan di SMP N 4 Tanjungpinang.
Hasan juga mengungkapkan bahwa saat ini 232 kader yang bertugas di 145 posyandu telah diberi pembinaan oleh dinas kesehatan. Fokus utama saat ini adalah memastikan pelaksanaan program ini berjalan dengan efektif dan memberikan hasil yang maksimal.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk aktif memeriksakan kesehatan anak ke posyandu,” ucapnya.
Selain itu, Hasan juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyalurkan alat bantuan dari Kementerian Kesehatan untuk penanganan stunting, berupa Antropometri yang akan dibagikan kepada 145 posyandu.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri, menambahkan bahwa salah satu program nasional yang menjadi perhatian utama adalah penanganan stunting. Pada tahun 2024, progres penanganan ini akan ditinjau kembali.
“Posyandu adalah sarana strategis dan penting dalam mendorong penanganan stunting. Ini adalah pelayanan dari masyarakat, untuk masyarakat, dan bersama masyarakat,” ungkap Sandri.
Dengan lokasinya yang strategis di tengah masyarakat, posyandu diharapkan dapat memberikan pelayanan yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari balita hingga lansia.
“Di posyandu, pelayanan dapat diberikan kepada balita, remaja, dan lansia, sehingga menjadi solusi holistik dalam menjaga kesehatan keluarga,” tambahnya.
Editor : RZL.








Komentar