oleh

Pemko Kecam Pelindo Jika Naikan Tarif Tambat 200 Persen

Tanjungpinang, Tuah Kepri –

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengecam sikap PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo 1) Persero Cabang Kota Tanjungpinang, jika menaikan tarif sandar kapal atau tambat kapal feri di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang.

“Pelindo merupakan wilayah Tanjungpinang dan jika berencana menaikan tarif tambat, Itu namanya sudah semena-mena.Pikirkan dampaknya, dengan dinaikannya biaya sandar atau tambat kapal ini tentu akan berpengaruh terhadap transportasi laut yang berimbas pada masyarakat luas,” kata Lis, Kamis (17/3/).

[Baca juga – Kata Ohan Suryana, Berantas Narkoba di dalam Lapas]

Belum selesai masalah bagi hasil pas pelabuhan dengan Pemko Tanjungpinang, kini PT Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang akan menaikkan tarif sandar kapal feri di Pelabuhan Domestik dan Internasional Sri Bintan Pura (SBP).

“Seharusnya (mereka Pelindo red) harus berkoordinasi membicarakan terlebih dahulu kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, karena ini merupakan kebijakan Publik yang berdampak terhadap masyarakat luas untuk harga tiket penumpang,” ucapnnya.

“Selain harga tiket naik, juga berimbas terhadap harga barang juga ikut naik.Saya katakan memang pantas disebut Pelindo 1 itu VOC. Jadi Pelindo jangan gila untuk mencari untung,” katanya di sejumlah media.

[Baca juga – Meski disembunyikan di dalam sepatu, Bea Cukai tetap tahu, ini kisahnya kurir sabu dari Malaysia]

Bahkan, ia pun menyarankan kepada semua operator kapal untuk menolak kenikan tarif sandar yang fantastis tersebut. Karena penetapan tarif sandar tersebut juga tidak ada koordinasi dengan Pemko Tanjungpinang.

Sementara itu, dalam surat Pemberitahuan Pelindo 1 Persero Cabang Tanjungpinang Nomor US.II/I/5/TPI/16 tertanggal 10 Maret 2016, ada penyesuaian tarif sandar kapal feri di Pelabuhan Domestik SBP dari Rp55.000 menjadi Rp150.000.

Kemudian untuk pelabuhan internasional SBP dari tarif US$14.00 menjadi US$28,00.Tarif tersebut diberlakukan mulai 21 Maret 2016 untuk semua ukuran kapal. Dalam surat tersebut, Pelindo menyebutkan kenaikan tarif tersebut juga berdasarkan hasil pertemuan Pelindo 1 dengan pengusaha pelayaran dan pemilik kapal di Pelabuhan SBP pada 27 Januari 2016 di Hotel Laguna.

[Baca juga – Tokoh pemuda Tanjung Pinang ini siap dukung bang Syahrul untuk 2018, simak]

Lis menegaskan kepada pihak Pelindo 1 Persero Tanjungpinang, harus berkoordinasi kepada Pemerintah Pemko Tanjungpinang. “Apabila menyangkut kepentingan publik, Pelindo harus berkoordinasi terlebih dahulu,” ucapnya. (AFRIZAL).

Komentar