Menko AHY dan Wagub Kepri Nyanyang Hadiri Perayaan Malam Imlek 2577 di Batam

BATAM, TUAHKEPRI– Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri perayaan malam Tahun Baru Imlek 2577/2026 yang digelar di kawasan Nagoya, Kota Batam, Senin malam (16/2/2026).

Perayaan Imlek tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat. Rangkaian acara dikemas dalam panggung hiburan yang menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, atraksi barongsai, bazar UMKM bernuansa Imlek, hingga pesta kembang api yang menjadi puncak acara.

Dalam sambutannya, Menko AHY menyampaikan harapan agar Tahun Kuda Api dapat membawa semangat baru serta energi positif bagi seluruh masyarakat. Ia menegaskan bahwa Batam sebagai kota multikultural merupakan tempat bertemunya beragam suku, agama, ras, etnis, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis.

“Batam adalah miniatur Indonesia yang mengamalkan nilai Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, semangat persatuan dan kesatuan harus terus diperkuat agar keharmonisan dan toleransi yang telah terjaga dengan baik di Provinsi Kepulauan Riau dapat terus dipertahankan,” ujar AHY.

Sementara itu, Wagub Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Batam yang telah menyemarakkan kawasan Nagoya dengan ribuan lampion merah khas perayaan Imlek.

“Inilah wujud nyata toleransi dan keberagaman yang tercermin dalam perayaan Imlek saudara-saudara kita, yang dirayakan di tengah masyarakat Kepulauan Riau yang sangat majemuk,” tegasnya.

Menurut Wagub, perayaan Imlek tidak hanya menjadi agenda budaya masyarakat Tionghoa semata, tetapi juga merupakan simbol kuat terjaganya nilai toleransi dan keberagaman di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Dengan latar belakang keberagaman agama, suku, ras, dan budaya, Kepri dikenal sebagai wilayah yang unik sekaligus strategis, sehingga dijuluki sebagai “Miniatur Indonesia”.

Ia menambahkan, falsafah “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” telah menjadi pedoman hidup masyarakat Kepri. Nilai-nilai toleransi yang terus dijaga tersebut turut mendorong capaian pembangunan daerah yang semakin positif.

Selain Menko AHY dan Wagub Kepri, acara tersebut juga dihadiri Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin, unsur Forkopimda Provinsi Kepri, Wali Kota Batam Amsakar Ahmad beserta jajaran Forkopimda Kota Batam, para ketua PSMTI kabupaten/kota se-Kepri, serta ribuan warga Kota Batam. (Rizal).

Komentar