TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI – Sudah seratusan tempat yang dikunjungi Lis-Raja selama masa sosialisasi dan kampanye di Pilkada Tahun 2024 ini.
Setiap kali bertemu masyarakat, sering diterimanya keluhan tentang biaya pendidikan yang belum gratis 100 persen diutarakan warga kepada pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Lis Darmansyah-Raja Ariza (Lis-Raja) nomor urut 2.
Warga memastikan, selama ini mereka masih terbeban dengan biaya pendidikan untuk pembelian seragam dan juga Lembar Kerja Siswa (LKS).
Karena itu, jika beban masyarakat ingin ringan lima tahun ke depan, jawabannya ada pada Lis-Raja.
Lis sendiri berkali-kali menanyakan hal ini ke masyarakat. “Bapak-ibu, apakah selama ini pendidikan sudah gratis?
“Tidak,” jawab warga serentak di Perumahan Bambu Kuning, Tanjungpinang Timur.
“Bapak-ibu, katakan yang benar. Apakah selama ini biaya pendidikan sudah gratis semuanya? Lis kembali bertanya.
“Tidak,”
“Kenapa bisa begitu bu? tanya Lis ke salah satu warga.
“Kami masih beli baju anak pak, beli LKS,” jawab seorang emak-emak.
“Kami Lis-Raja sangat mengerti keluhan bapak-ibu sekalian. Karena itu, jika kami diberi amanah, maka semua akan digratiskan,” tegas Lis.
“Kami akan memberikan 5 stel pakaian siswa. Tidak akan kami kurangi. Mulai dari kepala sampai kaki, kami siapkan semua,”
“Bukan itu saja, LKS juga akan kita gratiskan,”
“Bahkan biaya les untuk anak-anak kita yang lambat dalam pembelajaran, mereka akan mendapatkan pelajaran tambahan di sekolah. Gratis. Kita siapkan anggarannya,”
Kemudian, Lis juga mengatakan, satu bulan setelah ukuran badan anak diukur, maka pakaian sudah selesai.
Selama ini, orangtua siswa masih terbebani membeli seragam anak-anaknya karena seragam gratis yang dijanjikan pemerintah (Pemko) lambat datangnya.
Bahkan seragam itu sampai enam bulan hingga menjelang kenaikan kelas. Jadinya, orangtua terpaksa membeli seragam anaknya karena distribusi seragam dari pemerintah lambat.
Orangtua juga banyak mengeluh karena seragam yang diberikan pemerintah tak bisa lagi dipakai lantaran tak muat.
“Kalau nunggu enam bulan atau saat mau kenaikan kelas baru dibagikan, anak sudah tumbuh besar. Bajunya pun tak muat lagi. Sia-sia. Kan jadi beban juga bagi bapak-ibu karena harus beli seragam anak,” ucap Lis.
Apa yang disampaikan Lis saat itu tidak disangkal warga karena memang itulah kenyataannya.
“Benar begitu kenyataannya bapak-ibu? tanya Lis.
“Benar pak,” jawab warga serempak.
Lis-Raja yang memang sangat teliti dalam bekerja sudah memikirkan program ini dengan matang-matang termasuk dengan distribusinya yang harus cepat.
Ketika Lis menyampaikan program pendidikan gratis 100 persen termasuk item-itemnya tersebut, warga langsung tepuk tangan.
Warga menyambut program tersebut seakan tak sabar lagi menantikan kemenangan Lis-Raja agar 5 tahun ke depan, beban pikiran masyarakat soal biaya pendidikan bisa plong.
Selama ini, warga merasa biaya pendidikan masih diskon. Sebagian dibantu Pemko, namun sebagian tetap tanggungan orangtua siswa. Seperti pembelian LKS dan kekurangan seragam.
Dukungan masyarakat untuk memilih dan memenangkan pasangan calon nomor urut.2 Lis-Raja terus meluas di Tanjungpinang. Warga pun mendoakan agar Lis-Raja duduk di kursi Kantor Walikota di Senggarang. (Red).
Editor : Rizal.






Komentar