Tanjungpinang, Tuah Kepri – Warga mengeluhkan akses jalan umum Cendrawasih batu 8 atas Tanjungpinang dekat pembakaran mayat dipenuhi lumpur tanah merah.
Akibatnya, ketika hujan turun jalan tersebut sudah dipenuhui lumpur tanah merah cukup tebal sehingga menganggu aktifivitas warga pejalan kaki dan juga memakai kendaraan roda dua yang melewati jalan tersebut.
Jalan yang dipenuhui lumpur tersebut sudah sering terjadi ketika hujan. Namum pemerintah daerah setempat belum juga memperhatikan dan mencarikan solusi bagaimana mengatasi agar jalan akses umum tersebut tidak digenangi lumpur.
“Kami tidak tahu apakah Pemerintah Daerah, tahu jalan ini dipenuhui lumpur yang sangat tebal ketika hujan. Karena, ketika kita mau pulang kerumah, ya terpaksa harus melewati jalan Cendrawasih yang dipenuhui lumpur tanah merah yang tingginya hampir lewat mata kaki dan juga jaraknya cukup panjang,” kata warga perumahan Pelita Indah 2 batu 8 Tanjungpinang, Hendrik, Senin (10/9/2018).
Memang kata Hendrik, sepanjang lokasi jalan yang digenangi lumpur tanah merah tersebut, kiri kananya sudah ada parit.
“Tapi kiri kanan paritpun sudah tertutup akibat lumpur tanah merah,” ucapnya.
Hendrik berharap kepada pemerintah daerah, agar memperhatikan akses jalan umum ini supaya dicarikan solusi.
“Supaya warga pejalan kaki dan pengguna memakai kendaraan roda dua, bisa kembali lancar melewati jalan Cendrawasih ini,” pinta Hendrik.
(ZAL).










Komentar