oleh

Dubes RI Singapura Dan Pemprov Kepri, Bahas Kerjasama Bidang Investasi, Pariwisata Serta Isu Stategis

-Nasional-174 views

Tanjungpinang, Tuah Kepri –

Duta Besar (Dubes) RI Singapura bersama Pemerintah Provinsi Kepri, membahas untuk meningkatkan dibidang Investasi, perdagangan dan pariwisata, serta isu-isu strategis terkait kerjasama bilateral Indonesia dana Singapura.

Dubes RI Singapura, Ngurah Sajaya yang didampingi Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun mengatakan sebagai wilayah terdepan perbatasan Indonesia-Singapura, Provinsi Kepri khususnya kawasan Batam, Bintan dan Karimun memiliki posisi strategis dalam kerjasama ekonomi bilateral kedua negara.

“Revitalisasi Batam dan pembenahan yang dilakukan pemerintah pusat bersama-sama pemerintah daerah, memberikan momentum positif dalam meningkatkan investasi dan pariwisata kedua negara dengan memamfaatkan komlimentaritas kedua negara,” kata Ngurah Sanjaya, saat jumpa Pers Rabu (20/7) di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Karena selama beberapa tahun terkhir, menurutnya data statistik menunjukan bahwa Singapura adalah investor asing terbesar di Provinsi Kepri.

“Sejak awal tahun hingga 18 Juli 2016, nilai investasi Singapura yang disetujui dan jumlah proyek investasi yang akan dilaksanakanya di Pemprov Kepri, masing-masing $3,6 juta Dolar Singapura dalam 17 proyek. Kemudian pada sektor Pariwisata, Singapura juga merupakan negara asal turis asing terbesar ke Indonesia, yaitu sebanyak 1,519,430 orang selama tahun 2015. Dari jumlah tersebut, 1.094.220 orang diantaranya masuk dan berkunjung ke Indonesia melaui Provinsi Kepri yaitu Batam dan Bintan,” ujar Ngurah Sanjaya.

Hubungan bilateral dan kerjasama Indonesia-Singapura, kata dia, saat ini terus berkembang positif bagi kepentingan kedua negara. Dan sudah tentu berbagai masalah juga potensial muncul dan perlu penanganan yang terkoordinatif.

“Melalui penyelenggaraan tapat koordinasi yang melibatkan seluruh unsur terkait KBRI Singapura dan Pemprov Kapri, maka diharapkan dapat mengidentifikasi isu-isu strategis yang memerlukan perhatian dan koordinasi penangganan KBRI dengan Pemprov Kepri,” katanya.

Sementara Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun mengatakan,sangat mendukung pwmbahasan untuk meningkatkan dan mendatangkan investasi dan mendongkrak pariwisata provinsi Kepri.

“Karena saat ini, investasi Kepri sangat kecil dibanding daerah Provinsi lain. Untuk semua unsur terkait khususnya di Provinsi Kepri, mari kita berusaha bersama-sama untuk membangun Kepri, untuk meningkatkan investasi dan pariwisata,” kata Nurdin.

Selanjutnya setelah rapat koordinasi tersebut, Dubes RI Singapura secara simbolis, menyerahkan santunan asuransi kepada istri ahli waris almarhum kapten kapal Tug Boat perusahaan Singapura, Femmy Nico Tiwow 40 tahun asal Tanjung Balai Karimun, yang meninggal dunia saat menjalankan tugas Juli 2015 tahun lalu, di rumah sakit National University Hospital Singapura.

Dan santunan asuransi yang diberikan sebesar $142,502,01 dolar Singapura atau setara dengan jumlah Rp1,38 miliar. (AFRIZAL).

Komentar