TANJUNGPINANG, TUAH KEPRI – Bulan Puasa Ramdhan bulan penuh berkah, tidak mengurangi niat Wakil Ketua II DPRD Tanjungpinang, Hendra Jaya, untuk membantu laporan warga yang resah atas dampak pengerjaan proyek pembangunan polder pengendalian banjir.
Proyek pembangunan Polder pengendalian banjir Jalan Pemuda di Kota Tanjungpinang, dikerjakan PT Belimbing Sriwijaya, mengunakan anggaran APBN Tahun 2021 senilai Rp 16.3 Miliar.
Atas dasar laporan warga tersebut, ia bersama anggota DPRD Tanjungpinang dari Komisi III yang membidangi infrastruktur dan pembangunan, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan Polder di RT 001 / RW 002 Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Senin (26/04/2021)
“Sidak yang kami lakukan karena ada laporan warga yang resah atas dampak proyek pembangunan Polder. Karena laporan warga tersebut menyampaikan jalan warga itu hancur (amblas) karena akibat lalu lalang Dumptruck besar,” kata Hendra Jaya, Senin (26/04/2021) yang dikutip media ini melalui media wartarakyat. co.id.
Kemudian kata Hendra, atas laporan warga selain jalan paving blok yang amblas, beberapa unit rumah warga sekitar lokasi proyek juga mengalami keretakan. “Ada sekitar lima atau enam rumah yang retak,” katanya.
Lanjut kata Hendra, meskipun sebelumnya antara Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tanjungpinang dengan pihak kontraktor pelaksana proyek sudah menuangkan di dalam kontrak kerja soal pertanggungjawaban, tetapi karena masyarakat tidak mengetahui perjanjian tersebut, warga pun meminta kembali dibuat surat perjanjian.
“Warga disitu meminta adanya surat perjanjian hitam diatas putihlah dengan pelaksana proyek, agar nantinya bertanggungjawab atas dampak dari pekerjaan itu, karena ada rumah yang retak dan jalan yang hancur,” ucapnya.
Setelah ia turun bersama komisi III tadi, kata Hendra, akhirnya alhamdullilah sudah ada kesepakatan. “Tadi sudah sepakat semua dan warga pun sudah tenang atas pertanggungjawaban yang rusak-rusak itu. Kesepakatan itu dibuat supaya ada kekuatan bagi warga setelah proyek selesai jangan ditingalkan, dibiarkan begitu saja,” kata Hendra. (ZAL).









Komentar