Tanjungpinang, Tuah Kepri – Dinas Kesehatan Provinsi Kepri mengimbau masyarakat mewaspadai berbagai macam penyakit yang muncul saat cuaca panas.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan, di antara penyakit yang rentan menyerang masyarakat pada saat cuaca panas adalah batuk, demam, diare dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
“Kami imbau minta masyarakat lebih waspada,” katanya kepada media ini melalui sambungan telepon, Selasa (19/3/2019).
Menurutnya, ISPA bisa menyerang setiap orang karena saat kemarau debu yang beterbangan berkemungkinan besar masuk pada rongga pernafasan.
“Masuknya debu ke rongga pernafasan maka tubuh akan menolaknya, sehingga bisa memunculkan batuk maupun bersin yang membuat rongga tersebut luka atau pun infeksi,” ujar Tjetjep.
Oleh karena itu, Ia juga mengimbau masyarakat memperbanyak konsumsi makanan bergizi dan meminum air mineral secukupnya dan menghindari paparan panas secara langsung.
Ia menambahkan, seperti penyakit diare yang biasanya kerap menyerang masyarakat saat musim hujan, juga bisa berpotensi besar terjangkit saat kemarau. Hal ini karena debu yang beterbangan ditiup angin dan masuk pada sumber maupun wadah penampungan air yang dipergunakan warga untuk minum.
“Jika air sudah tercampur debu,maka diare akan mudah menyerang warga,” kata Tjetjep.
Untuk itu, masyarakat diimbau untuk menutup tempat penampungan air serta wadahnya guna mengurangi risiko terserang diare.
Ia menyebutkan, untuk mengatasi penyebaran penyakit saat kemarau, petugas puskesmas akan lebih banyak memberikan penyuluhan terhadap masyarakat.
“Kita sudah instruksikan setiap puskesmas di daerah itu untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang kemungkinan penyakit yang berkembang saat kemarau serta pencegahannya,” katanya.
Sedangkan ketersedian obat-obatan masih mencukupi untuk melayani masyarakat. “Ketersediaan obat tidak perlu dikhawatirkan karena stok kita cukup,” ujar Tjetjep.
Ia mengajak masyarakat terlibat secara aktif dalam mencegah penyebaran nyamuk demam berdarah.
“Saya mengajak masyarakat untuk turut serta berpartisipasi dalam membersihkan lingkungan tempat tinggal masing masing guna mencegah penyebaran DBD,” katanya.
Tjetjep mengingatkan bila orang tua mendapati suhu tubuh anak mereka panas hingga lebih dari 3 hari, segera periksakan ke dokter terdekat. Sebab ada kemungkinan hal itu merupakan gejala DBD. (RED/Rom).









Komentar