oleh

Yatim Tidak Mau Tandatangan NPHD UMRAH

Gedung UMRAH Tanjungpinang
Gedung UMRAH Tanjungpinang

Tanjungpinang,Tuah Kepri – Koordinator Solidaritas Dosen dan Pegawai UMRAH, Harzan Syah menyampaikan, kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Yatim Mustafa tetap menolak menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) senilai Rp15 miliar untuk Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

Selain itu dikatakan Harzan, Yatim juga menolak menandatangani surat pernyataan menandatangani NPHD, meski sudah berulang kali diminta oleh pihak UMRAH.

“Padahal dalam pertemuan dengan Rektor UMRAH Prof Syafsir Akhlus di Kejati Kepri, Yatim bersedia menandatangani surat pernyataan itu,” ujarnya.

Har menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan pihak UMRAH untuk mendapatkan dana hibah itu, mulai dari audiensi dengan Yatim, pertemuan dengan Gubernur Nurdin Basirun hingga rapat dengan pihak kejaksaan.

Dari pertemuan itu, Yatim tetap menolak menandatangani NPHD. Awalnya, Yatim khawatir berhadapan dengan aparat penegak hukum bila NPHD ditandatangani.

Namun setelah Prof Akhlus menjelaskan, kepada Kejati Kepri bahwa proses pencairan dana hibah itu tidak langsung ke kas UMRAH, Yatim mengatakan bersedia menandatangani NPHD kalau hal itu diketahuinya sejak dahulu.

Beberapa saat kemudian dalam rapat yang difasilitasi pihak kejaksaan, Yatim berubah pikiran. Yatim kembali menolak menandatangani NPHD.

Padahal Kejaksaan menyatakan permasalahan tersebut tidak perlu sampai mendapat pendampingan dari pihak kejaksaan, karena sudah melalui prosedur yang benar.

Pelaksana Tugas Sekda Kepri Reni Yusneli juga mengatakan, hal yang sama sehingga Yatim tidak perlu merasa khawatir menandatangani NPHD untuk UMRAH. Lagi pula penanggung jawab penggunaan dana tersebut adalah Rektor UMRAH.

“Ini yang membuat kami bingung, apa motivasi Yatim tidak menahan dana hibah tersebut,” katanya.

Beberapa hari lalu, seusai Gubernur Nurdin rapat dengan Prof Akhlus membahas dana hibah. Yatim berbicara dengan sejumlah staf UMRAH di Gedung Daerah.

Yatim menyatakan tidak akan memberi rekomendasi pencairan dana hibah itu, karena hanya untuk memperkaya pegawai UMRAH, bukan menyejahterakan staf biasa.

“Kalau untuk kalian (staf UMRAH), 5 menit saya tanda tangani rekomendasi hibah tersebut,” kata Yatim dengan nada tinggi. (Zal/Ant).

Komentar