'

Tim Verifikasi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tinjau Puskesmas Batu 10

Tanjungpinang, Tuah Kepri – Tim verifikasi Kementerian  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (RI), meninjau Puskesmas batu 10 Tanjungpinang yang masuk nominasi sebagai puskesmas ramah anak tahun 2019.

Sesampai di Tanjungpinang, tim verifikasi Kementrian langsung meninjau Puskesmas batu 10 Tanjungpinang.

Satu persatu ruangan yang masuk unsur dalam penilaian, dilihat langsung oleh tim varifikasi untuk memberi penilaian untuk ditetapkan sebagai Puskesmas Ramah Anak tahun tahun 2019.

“Karena sebelumnya Puskesmas batu 10 ini sudah masuk dalam nominasi Puskesmas sebagai Puskesmas Ramah anak tahun 2019 dari kementrian, yang selanjutnya bila masuk dalam penilaian akan diberi penghargaan sebagai Puskesmas Ramah anak tahun 2019, juga sebagai salah satu indikator pendukung Kota layak anak dan ini satu satunya di Kota Tanjungpinang,” kata Kadis DP3APM Kota Tanjungpinang, DR.  H. Ahmad Yani,  M. M,  M. Kes, Senin (29/4/2019) di Puskesmas Batu 10.

Sebelum tim verifikasi turun, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (RI), sudah melakukan survey terhadap seluruh Puskesmas yang ada di Tanjungpinang dan Puskesmas batu 10 Kota Tanjungpinang masuk nominasi Puskesmas Ramah Anak tahun 2019.

Dari hasil penilaian oleh tim penilai dari DP3APM yang dikoordinir oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak, Puskesmas Batu 10 memperoleh nilai tertinggi dan telah memenuhi unsur-unsur sesuai kriteria yang sudah ditetapkan.

Unsur yang telah dipenuhi, menurut Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang, Elvi Arianti mengatakan,
harus tersedia tenaga kesehatan yang memiliki kompetisi atau pengetahuan tentang konvensi hak anak, harus tersedianya materi dan media komunikasi,  informasi dan edukasi. Memiliki ruang konseling khusus dan ruang bermain khusus bagi anak.

Kemudian harus memiliki ruang ASI, ada tanda peringatan dilarang merokok sebagai kawasan tanpa rokok, harus tersedia sanitasi lingkungan Puskesmas, harus memiliki sarana prasarana pelayanan bagi anak penyandang disabilitas dan juga harus tersedia data cakupan bayi sampai 6 bulan mendapat ASI ekslusif.

Kemudian unsur lainya, puskesmas ramah anak juga harus menyelenggarakan pelayanan kesehatan peduli remaja,  pelayanan tata laksana kasus kekerasan terhadap anak, harus ada tersedia data anak yang memperoleh pelayanan kesehatan anak, memiliki pusat informasi tentang hak anak,  mekanisme untuk menampung suara anak,  pelayanan penjangkauan kesehatan anak, serta puskesmas tersebut harus memiliki inovasi yang sudah dibuat.

Setelah meninjau langsung unsur yang harus menjadi Puskesmas ramah anak tahun 2019, menurut tim verifikasi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (RI), Ramos Luther Siahaan yang didampingi Nur Faizah mengatakan, Puskesmas batu 10 Kota Tanjungpinang sudah memenuhui unsur untuk motivasi menjadi contoh puskesmas ramah anak tahun 2019.

” Seperti tempat ruang ibu hamil, bila ada kekurangan darah sudah ada antisifasinya dan itu sudah bisa ditiru dan bisa menjadi contoh untuk puskesmas lainya,” kata Ramos setelah selesai melihat ruangan lainya.

Selain Puskesmas Kota Tanjungpinang, kata dia, tim verifikasi Kementrian
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (RI), juga akan turun ke Bintan untuk memverifikasi Puskesmas di Tanjunguban.

“Untuk di Kepri ada dua yang masuk nominasi Puskesmas Ramah Anak tahun 2019,” ucapnya.

Sementara jumlah Puskesmas yang terifiikasi masuk nominasi Puskesmas Ramah Anak tahun 2019 di seluruh Indonesia, kata dia, ada 40 puskesmas.

“Di Indonesia hanya 40 Puskesmas yang terifikasi Puskesmas Ramah Anak tahun 2019,” ucapnya. (ZAL).

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tim Verifikasi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tinjau Puskesmas Batu 10"