'

Tanjungpinang Tahun Pertama Konsep Kota Pusaka dan Budaya Smart City

Tanjungpinang, Tuah Kepri – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, akan menerapkan Kota Pusaka dan Budaya di tahun pertama dengan sistem layanan elektronik smart city secara online, untuk mengetahui imformasi seputar Pulau Penyengat.

“Tahun pertama kita akan melakukan dan menerapkan Kota Pusaka dan Budaya,” kata Walikota Tanjungpinang
Syahrul, pada(Bimtek) Smart City yang dilaksanakan Dinas Kominfo Kota Tanjungpinang, Senin (30/9/2019) diaula kantor Walikota Senggarang.

Syahrul menjelaskan Kota Pusaka dan Budaya dari enam dimensi Smart City, yakni smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment menjadi prioritas dalam konsep Tanjungpinang menuju Smart City yang dituangkan dalam masterplandan quick win  Tanjungpinang kota cerdas.

“Konsep Kota Pusaka dan Budaya Smart City secara online, untuk memberikan imformasi seperti apa yang ada di Pulau Penyengat. Tentunya untuk menerapkan Smart City tersebut, harus dibenahi dan memperhatikan infrastruktur terlebih dahulu,” ucapnya.

Karena Pemko Tanjungpinang, kata Syahrul, sudah berkoordinasi dan bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Kepri.

Selain menerapkan Kota Pusaka dan Budaya, Pemko selanjutnya juga akan menerapkan sistim administrasi pelayanan secara online, seperti d rumah sakit dan lain lain sebagainya dan juga pariwisata.

Sebelumnya Walikota Tanjungpinang Syahrul telah memaparkan visi Tanjungpinang Smart City 2019-2023 yang merupakan penerjemahan nilai dari visi pembangunan, “Tanjungpinang sebagai Kota yang Maju, Berbudaya dan Sejahtera dalam Harmoni Kebhinekaan Masyarakat Madani”.

“Upaya pembangunan Smart City Tanjungpinang dari enam dimensi smart city, telah diselaraskan dengan RPJMD Tanjungpinang 2018-2023 dan arah pembangunan nasional yang digalakkan pemerintah pusat,” kata Syahrul.

Namun ini bisa tercapai, katanya, apabila semua pihak berkomitmen, bersinergi, serta berperan aktif untuk mewujudkan Tanjungpinang Smart City.

“Kita harus fokus untuk menerapkan konsep Smart City ini, mengingat kita sudah berusaha keras mengusulkan Tanjungpinang sebagai salah satu kota cerdas di Indonesia dan masuk serta dibimbing oleh tim ahli,”  ungkapnya.

Untuk itu, Syahrul meminta kepada semua pihak, mulai dari unsur masyarakat, OPD, FKPD, para pejabat, stakeholder dan pemangku kepentingan agar bersinergi dan berkomitmen menandatangani komitmen bersama untuk mewujudkan Tanjungpinang Smart City 2019-2023. (ZAL).

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tanjungpinang Tahun Pertama Konsep Kota Pusaka dan Budaya Smart City"