oleh

Tanjungpinang Masuk Nominasi TPID 3 Terbaik Nasional 2016

Tanjungpinang, Tuah Kepri –

Pemerintah Kota Tanjungpinang masuk nominasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 3 terbaik, tingkat Nasional  tahun 2016.

Dari 9 TPID yang masuk dalam nominasi TPID terbaik, diantarnya 3 TPID termasuk Kota Tanjungpinang, menjadi salah satu yang masuk nominasi untuk mewakili wilayah Sumatra. Selain itu, 3 TPID mewakili untuk wilayah Pulau Jawa dan 3 TPID mewakil untuk wilayah Indonesia Bagian Timur.

Upaya keras TPID Kota Tanjungpinang dalam pengendalian inflasi di daerah, telah membuahkan hasil. Berkat kerja keras, akhirnya TPID Kota Tanjungpinang menjadi nominasi TPID terbaik 2016 tingkat Nasional.

Kinerja TPID Kota Tanjungpinang dinilai terbaik oleh Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas), saat Rakornas TPID yang diselenggarakan di Ballroom Puri Agung Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta Pusat, Kamis (4/8).

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, setelah mengikuti Rakor TPID, mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi dari seluruh Tim yang telah bekerja keras, dalam pengendalian inflasi di daerah.

“Meski hanya baru masuk nominasi ini merupakan sejarah Tanjungpinang, untuk TPID yang baru berjalan selama 2 tahun, mampu masuk dalam nominasi TPID terbaik tingkat nasional untuk wilayah Sumatra,” kata Lis.

Bahkan Lis menambahkan, dalam kurun waktu dua tahun ini, apa yang menjadi aktivitas dari TPID, itu cukup dirasakan masyarakat Tanjungpinang. Ini ditujukan dengan upaya-upaya yang dilakukan TPID dalam menekan inflasi.

Salain dikatakannya, TPID kini telah melahirkan upaya-upaya untuk menjalin kerjasama dengan daerah-daerah penghasil, dalam rangka meningkatkan prekonomian dan menekan angka inflasi di Kota Tanjungpinang.

“Hasil itu telah dilakukan TPID, sehingga TPID mampu mengendalikan Inflasi di Kota Tanjungpinang yang biasanya tidak terkontrol. Alhamdulillah, bersama Bank Indonesia bersama stakeholder terkait lainnya, membuat TPID mampu dalam mengendalikan situasi dan kondisi dari perkonomian Kota Tanjungpinang,” ucap Lis.

Dikatakannya, walaupum masih ada inflasi, tetapi paling tidak, sistem pengendaliannya dilakukan dengan keseriusan dari TPID dalam mengendalikan infalsi, sebagai upaya meningkatkan prekonomian di Kota Tanjungpinang.

“Saya berharap TPID dapat terus meningkatkan kinerjanya, yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian dan juga dapat menekan angka inflasi di Kota Tanjungpinang ini.” kata Lis.

Sebelumnya Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo mengatakan dalam pengendalian inflasi jangan terjebak dengan rutinitas yang monoton. Segala sesuatu itu harus diperhatikan secara detail. Dan juga hal-hal yang berkaitan dengan pengendalian inflasi, seperti distribusi pasokan barang, kondisi jalanan serta stok yang ada digudang.

“Berhati-hati jagan bangga dengan pertumbuhan prekonomiannya yang tinggi. Karena jika angka inflasi tetap tinggi berati tekor masyarakat, inflasi juga sangat penting dan harus dapat kita kendalikan,” ucap Jokowi.

Ada beberapa pekerjaan yang harus dicapai dan harus saling berkoordinasi. Baik pemerintah daerah, Provinsi dan pemerintah pusat.

“Kita yakin, kedepan kita dapat mencapai angka inflasi yang baik. Dengan kondisi ekonomi dunia yang belum baik ini, kita harus dapat memiliki managemen ekonomi  yang baik. Karena kita juga memiliki kesempatan yang sangat besar, untuk membawa negara ini kearah yang lebih baik. Dengan kerja keras, sehingga rakyat merasakan hasil dari kerja nyata pemerintah,” kata Jokowi.

Pelakanaan Rakornas TPID, secara resmi dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, yang diikuti oleh seluruh kepala Daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi diseluruh Indonesia. (AFRIZAL).

Komentar