BATAM, TUAHKEPRI -Memasuki tahun 2026 dengan semangat restorasi, Green Democracy Institute secara resmi menggelar kegiatan “Green Network in Action” di Kecamatan Nongsa, Batam.
Kegiatan ini bekerja sama dengan mitra lokal strategis dari Kepulauan Riau (Kepri), yakni WCD Batam, GM3F Batam, Forum Osis Batam dan organisasi pemuda Batam lainnya, aksi ini berhasil memobilisasi kesadaran kolektif masyarakat terhadap kelestarian ekosistem pesisir.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan pelajar, komunitas, organisasi kepemudaan, Lembaga Adat Melayu (LAM), hingga Polsek Nongsa ini, turut dihadiri dan didukung penuh oleh staf khusus ketua DPD RI, Brigjen Esmed Eryadi yang mewakili ketua DPD RI sekaligus Pembina Green Democracy Institute.
Kegiatan ini adalah respons langsung terhadap Instruksi Presiden terkait pemulihan ekosistem. Kita tidak hanya menanam, tapi juga melakukan ‘klinik pantai’ untuk memastikan lingkungan kita tetap sehat dan berfungsi sebagai penopang ekonomi masyarakat pesisir.
Kegiatan ini juga adalah rangkaian lanjutan dimana green democracy institute sudah konsisten menyelenggarakan kegiatan serupa sesuai arahan dan intruksi dari pembina, Sultan Baktiar Najamudin.
Aksi ini merupakan bentuk kepatuhan dan implementasi nyata atas Instruksi Presiden Prabowo. Fokus utama kegiatan mencakup, pembersihan sampah plastik dan limbah di sepanjang 2 kilometer garis pantai Nongsa. Serta, Restorasi Ekosistem dengan melakukan Penanaman 300 bibit mangrove dan 40 pohon lamun sebagai upaya memperkuat sabuk hijau pesisir.
Penyelenggaraan oleh Green Democracy Institute yang menggandeng hampir 10 komunitas di Batam menunjukkan bahwa isu lingkungan memerlukan pendekatan multisektoral. Sinergi ini menggabungkan visi kebijakan makro dengan pemahaman mendalam mengenai kondisi geografis lokal di Batam.
“Pasca kesuksesan di Batam, Green Network In Action Kepri di bawah naungan Green Democracy Institute memiliki visi besar untuk melakukan ekspansi ke seluruh pelosok Nusantara,” ucap Dani Fazli, S.T selaku Board of Green Democracy Institue bersama Alfonco Van Richo Marbun, S.H selaku Regional of Green Democracy Institue Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2026).
Dengan memperluas jejaring ini ke seluruh provinsi, Green Network In Action berharap dapat menciptakan gerakan lingkungan yang terstruktur, masif, dan berdampak jangka panjang bagi ketahanan iklim Indonesia di masa depan. (Red).










Komentar