oleh

Nurdi Ingin Anak Sekolah Sejak Awal Ajarkan Sejarah Melayu Kepri

img-20161029-wa0004_1-640x411Tanjungpinang, Tuah Kepri – Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun menginginkan anak-anak sekolah sejak awal diberikan pemahaman sejarah Melayu Kepulauan Riau (Kepri).

“Kalau sudah menjauh dari sejarah dan budaya kita, gempuran sejarah dan budaya asing sangat cepat,” kata Nurdin saat memberi pandangan pada peluncuran buku Prasasti Bukit Siguntang dan Badai Politik di Kemaharajaan Melayu 1160-1946, pada peringatan ulang tahun Tanjungpinang Pos ke-7, di CK Hotel, Tanjungpinang, Jumat (28/10) malam.

Tanggapan Nurdin itu diberikan setelah sejumlah audien menginginkan, agar sejarah Melayu khususnya Kepri masuk dalam pelajar di sekolah.

Menurut Nurdin, dia sudah mulai membaca buku karya Budayawan Rida K Liamsi itu. “Saya terpesona dengan buku ini,” kata Nurdin.

Gubernur mengaku tak ingin persoalan Marwah Melayu ke depan hanya tinggal slogan. Kebijakan yang dibuat, kata Gubernur, harus untuk kepentingan masyarakat.

“Apalagi kebijakan yang dibuat menyebabkan masyarakat Kepri hanya jadi penonton. Di Kepri, NKRI harga mati, marwah harus kita jaga,” ucap Nurdin.

Pada peluncuran buku tersebut, tampak hadir Wakil Ketua DPRD Kepri Husnizar Hood, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmasyah, tokoh masyarakat H Huzrin Hood, Wali Kota Batam 2005-2015 Ahmad Dahlan, mantan Ketua DPRD Riau Chaidir, Rektor Umrah Syafri Akhlus serta sejumlah budayawan, sejarawan, seniman dan masyarakat dari berbagai daerah. (AFRIZAL).

Komentar