KPU Kepri Sampaikan Laporan Dana Kampanye Ketiga Paslon

Politik176 views

TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, Widiyono Agung Sulistiyo menyampaikan laporan dana kampanye yang di laporkan ketiga Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernrur Kepri di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri tahun 2020.

Widiyono Agung Sulistiyo, Komisioner dan juga Dividi Hukum & Pengawasan KPU Prov Kepri, foto Idnews.id
Widiyono Agung Sulistiyo, Komisioner dan juga Dividi Hukum & Pengawasan KPU Prov Kepri, foto Idnews.id

Laporan Dana Kampanye yang disampaikan ketiga Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri nomor urut 1, 2 dan 3 digunakan selama Kampanye 71 hari.

” Laporan dana kampanye ketiga Paslon yang di sampaikan, untuk azas transparansi KPU Provinsi Kepri terhadap pembiayaan kampanye dan diwajibkan Paslon menyampaikan dan melaporkan Dana Kampanye yang diperoleh,” kata Widiyono Agung Sulistiyo yang juga Dividi Hukum & Pengawasan KPU Provinsi Kepri, Minggu (1/11/2020).

Dikatakanya, melihat masa
kampanye tinggal 35 hari lagi yaitu sampai 5 Desember 2020, maka penyampaian laporan dana kampanye salah satu tujuannya juga memberikan informasi kepada kepada seluruh pemilih yang ada di 7 kabupaten/kota, yang telah ditetapkan dalam Rapat Pleno jumlah DPT Provinsi Kepri sebanyak 1.168.188 pemilih.

“Setelah Tahap pertama pelaporan dana kampanye, tanggal 25 September 2020 yaitu berupa LADK (Laporan Awa l Dana Kampanye) dengan periodesasi dari tanggal 23-24 Sept 2020. Maka tahapan berikutnya adalah menyampaikan LPSDK (Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye) yaitu Paslon melalui LO Dakam melaporkan seluruh penerimaan sumbangan Dana Kampanye, baik dari Paslon sendiri, Perorangan, Kelompok dan Badan Hukum Swasta untuk periode tgl 25 Sept sampai dengan 30 Oktober 2020, harus dilaporkan ke KPU Provinsin Kepri pada hari Sabtu 31 Okt 2020 sebelum pukul 18.00 WIB,” terang Widyono Agung.

Adapun LPSDK untuk ke 3 (tiga) Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri, telah disampaikan ke SIDAKAM (Sistem Informadi Dana Kampanye) sesuai ketentuan yang berlaku dan dinyatakan lengkap.

“SIDAKM menfasilitasi ketiga Paslon dan Bawaslu Prov Kepri dalam Pelaporan maupun Pengawasan tidak diperlukan bertemu / bertatap muka, cukup pelapirannya dg di scan dan fikitim ke Sidakam serta jika lengkap dibetikan tanda terima (TT) secara elektronik, demikian juga Bawaslu diberikan akun khusus untuk prngawasan Dana Kampanye,” kata Widyono.

Adapun jumlah Dana Kampanye yang diperoleh baik LADK maupun LPSDK untuk ketiga Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri adalah sebagai berikut :

1. Jumlah penerimaan LADK pasangan calon nomor urut 1 Soerya -Iman (SInergi) Rp108.300.000, sedang jumlah penerimaan LPSDK Rp 782.089.750.

2. Jumlah penerimaan LADK Paslon nomor urut 2 Isdianto – Suryani (Insani) Rp. 5.000.000, sedangkan jumlah penerimaan LPSDK, Rp 899.411.800.

3. Dan pasangan nomor urut 3 Anshar- Marlin (Aman) jumlah penerimaan LADK sebanyak Rp. 200.000.000, sedangkan jumlah penerimaan LPSDK Rp 4.300.000.000.

Tahap selanjutnya atau tahap akhir, kata Agung adalah LPPDK (Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye) yang harus disampaikan 1 hari setelah masa kampanye berakhir yaitu tanggal 6 Desember 2020.

“Setelahnya pada tanggal 7 – 21 Desember 2020 seluruh Laporan Dana Kampanye Paslon akan diaudit ahli keuangan (sesuai kompetensi audit keuangan) yaitu Akuntan Publik Independen yang daftar-nya secara basional akan diberikan oleh KPU dalam SIKAP (Sistem Informasi Kantor Akuntan Publik), dan selanjutnya KPU Prov Kepri yang menentukan KAP yang akan mengaudit LPPDK Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri no. Urut 1 (Sinergi), no urut 2 (Insani) dan no urut 3 Aman),” kata Agung. (ZAL).

Komentar