oleh

Jalan Merdeka Tutup Sementara, Jelang Launching Tanjungpinang Night Market

Tanjungpinang, Tuah Kepri –Transportasi lalu lintas Jalan Merdeka akan ditutup sementara, pada saat persiapan membuat panggung dan untuk launching Tanjungpinang Night Market, pada Senin (15/1/2018).

“Ditutupnya sementara Jalan Merdeka, yaitu simpang empat lurus menuju Jalan Merdeka perbatasan antara Jalan Pos, Jalan Bintan, mulai sore Minggu (14/1/2018). Dan normal bisa dilalui kembali, sampai selesai pelaksanaan launching Tanjungpinang Night Market, ” kata Kabid Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Tanjungpinang,Teguh Susanto, Minggu (14/1/2018).

Tapi katanya, untuk transportasi lalu lintas pengendara roda dua maupun roda empat melalui Jalan Pos dan Jalan Bintan, tetap seperti biasa bisa dilalui.

” Penutupan arus lalu lintas transportasi jalan darat ini hanya bersifat sementara, dan pihak Pemerintah Kota Tanjungpinang sudah berkoordinasi dengan semua instansi yang terkait, agar launching Tanjungpinang Night Market berjalan lancar dan sukses,” ucap Teguh.

Program¬†berbasis ekonomi kerakyatan ‘Tanjungpinang Night Market’ yang digalakan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, untuk menghidupkan kembali perekonomian di Kota Tanjungpinang, khususnya wilayah Kota lama.

Kabid Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Tanjungpinang,Teguh Susanto
Kabid Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Tanjungpinang,Teguh Susanto

Dan juga menciptakan para pedagang kali lima (PKL) yang berjualan secara tradisional beralih mengunakan ke Moko (Motor Toko) akan menjadi lebih modern, di Kawasan Jalan Merdeka dan Tengku Umar Tanjungpinang, terutama pada sore hari hingga malam hari.

Untuk itu Pemko Tanjungpinang menjadikan Jalan Merdeka dan Jalan Teuku Umar jadi Merdeka Night Market.

Selain penata, program Tanjungpinang Night Market juga akan menjadi ikon wisata malam di Kota Tanjungpinang. Dan keberadaan pasar malam berkonsep moko ini, diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi pertumbuhan ekonomi. (AFRIZAL).

Komentar