Inflasi Gabungan Dua Kota Di Kepri Januari 2017, Disebabkan 5 Kelompok Barang Dan Jasa

Ekonomi156 views

Tanjungpinang, Tuah Kepri – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri menyatakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan 2 Kota (Batam dan Tanjungpinang) di Provinsi Kepri pada Januari 2017, naik atau inflasi 0,71 persen disebabkan 5 kelompok pengeluaran barang dan jasa.

“Naiknya IHK gabungan dua kota tersebut, dari 126,82 pada bulan Desember 2016 pada Januari 2017 ini menjadi 127,73, maka terjadi kenaikan atau inflasi sebesar 0,71 persen,” kata Panusunan Siregar, di Tanjungpinang.

Penusunan menjelaskan, inflasi yang terjadi didua Kota tersebut disebabkan oleh kenaikan indeks lima kelompok,
dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa.

“Lima kelompok tersebut diantaranya, bahan makanan naik sebesar 0,35 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik sebesar 0,21 persen. Terus kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, naik sebesar 0,24 persen. Kemudian kelompok sandang naik sebesar 0,23 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 2,56 persen,” ucap Panusunan.

Sebaliknya, sambung dia, dua kelompok yang menyusun inflasi gabungan dua kota IHK di Kepri, justru mengalami penurunan indeks.

” Yaitu kelompok kesehatan turun sebesar 0,01 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga turun sebesar 0,02 persen,” katanya.

Penusunan menambahkan, bila dilihat laju inflasi ‘year on year’ (Januari 2017 dibanding dengan Januari 2016) gabungan tercatat sebesar 3,69 persen.

Sementara dari 23 kota IHK di Sumatera, tercatat semua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,72 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bukit Tinggi sebesar 0,22 persen.

Sedangkan di Kota Tanjungpinang dan Batam dari 23 Kota, kata dia, yang mengalami inflasi di Sumatera menduduki peringkat ke 9 dan 15.

Selanjutnya bila dilihat dari 82 kota IHK, tercatat semua kota mengalami inflasi. Dan Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak sebesar 1,82 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,09 persen.

“Dari 82 Kota yang mengalami inflasi se-Indonesia, Kota Tanjungpinang dan Batam menduduki posisi ke 38 dan 62,” ucapnya. (AFRIZAL).

Komentar