Hari Jantung Sedunia 2016, Lis Katakan Kesehatan Jangan Dianggap Remeh

p_20161002_091841_1-640x398
Tanjungpinang, Tuah Kepri – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan kesehatan itu perlu keseriusan dan jangan dianggap remeh.

Hal ini Dikatakannya pada pelaksanaan hari Jantung Sehat Sedunia tahun 2016 yang di peringati setiap tanggal 29 September, yang pelaksanaanya dilakukan pada Minggu (2/10) oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) cabang Utama Provinsi Kepri, di Gedung PKK Sengggarang Tanjungpinang.

“Menjaga kesehatan perlu keseriusan dan tidak boleh dianggap remeh.
Apalagi kalau masalah penyakit jantung jangan dianggap remeh. Karena penyakit jantung ini tidak mengenal status orang kaya dan miskin. Penyakit jantung bisa kapan saja menyerang manusia dan resikonya kematian,” kata Lis.

Untuk itu, sambung Lis, yang paling penting yaitu menjaga kesehatan dan mencegahnya.p_20161002_103758_1-640x350

Sementara ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) cabang utama Provinsi Kepri, Hj Yuniarni Pustoko Weni mengatakan tema memperingati hari Jantung Sehat Sedunia tahun 2016,  yaitu “Jantung Sehat Untuk Kita Semua”.

Dan tema yang dilaksanakan YJI Kepri ini, bekerjasama dengan perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (Perki) cabang Kota Batam. Kemudian dengan instansi terkait dan komponen wadah organisasi lainya.

“Jadi kami akan senantiasa bekerja sama dalam upaya penurunan angka penderita penyakit jantung dan pembuluh darah (Cardiovaskuler) secara promotif dan representative),” kata Weni.

Sedangkan tujuan memperingati hari Jantung Sehat Sedunia 2016 ini katanya, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jantung dan pembuluh darah. Kemudian menciptakan SDM yang berkualitas sehat sejahtera bebas dari penyakit jantung.

Selain itu, kata Weni, meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menjaga dirinya sendiri dengan melaksanakan Panca Usaha Sehat. Serta tujuan terakhir memberi bantuan operasi pada penderita kelainan jantung bagi masyarakat tidak mampu.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, kami berharap dan mengajak seluruh komponen instansi pemerintah, Central, BUMN, BUMD dan wadah organisasi lainya, mari bergandeng tangan untuk membangun kemitraan melalui kegiatan bakti sosial kesehatan masyarakat secara proaktif, preventif dan rehabilitasi. Guna mencapai masyarakat Indonesia yang berbasis sehat, sejahtera, bebas dari penyakit jantung dan pembuluh darah,” kata Weni.

Dan Weni yang juga merupakan anggota DPRD Kepri berkeinginan, perigatan hari Jantung Sehat Sedunia tahun depan, akan melaksanakanya lebih besar, dengan bekerjasama dengan pihak BUMN, untuk menciptakan masyarakat Kepri yang sehat, sejahtera dan bebas dari penyakit jantung.

Terpisah kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan berbicara penyakit jantung, banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Faktor risiko tersebut terdiri dari faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti hipertensi, kebiasaan merokok, penyakit diabetes, dislipidemia, obesitas, kurang aktifitas fisik, pola makan serta stres.

“Pencegahan dan pengendalian penyakit jantung dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan mudah. Semakin dini upaya pencegahan yang dilakukan akan semakin kecil risiko mengalami penyakit jantung. Tapi dapat kita atasi dengan menjaga makanan yaitu jangan makan yang berlemak, melakukan periksa tensi, periksa kadar darah dan lain sebagainya,” kata Tjetjep. (AFRIZAL).

Komentar