oleh

DPRD Kepri Tampung Keluhan Nelayan Anambas

Tanjungpinang. Tuah Kepri -Nelayan tradisional Kabupaten Anambas mengeluhkan maraknya aksi pencurian ikan oleh kapal-kapal berbendera Thailand.

Tak hanya itu, kehadiran kapal-kapal pukat di perairan Anambas semakin mempersulit ruang gerak para nelayan Anambas.

Bahkan, keberadaan kapal pukat asal kabupaten Tanjung Asahan tersebut semakin berani, karena beroperasi di bibir pantai di sekitar Anambas.

“Padahal ada aturan menyebutkan kapal-kapal besar beroperasi diatas 12 mil laut dan melarang kapal pukat beroperasi 3 mil dari pantai. Namun, pada kenyataannya mereka masuk di wilayah satu mil dari bibir pantai,” kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Anambas Dedi Syahputra.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak berjanji memerintahkan komisi terkait untuk turun ke Anambas.

“Saya nanti akan coba berkoordinasi dengan aparat keamanan. Untuk pencurian ini akan menjadi perhatian kami,” kata Jumaga. Rabu (14/2/2018).

Jumaga juga berjanji untuk berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengoptimalkan Tempat Pengolahan Ikan (TPI) di Anambas.

“Ini akan menjadi perhatian kami. Semoga, dengan dioptimalkannya TPI, masyarakat Anambas bisa sejahtera,” ucapnya. (ZAL).

Komentar