DPRD Kepri Soroti Rendahnya Ketahanan Pangan di Kepri

TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI – DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyoroti rendahnya ketahanan pangan di daerah itu, karena berada di urutan 30 terendah secara nasional.

Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin mengatakan, hal itu disebabkan kebutuhan bahan pangan di Kepri seperti beras, cabai hingga sayur- mayur dipasok dari Provinsi lain di Indonesia, bahkan sebagian di antaranya diimpor dari luar negeri.

“Ini dikarenakan minimnya produksi pertanian di seluruh Kabupaten/Kota se-Kepri,” kata Wahyudin di Tanjungpinang, Selasa, (7/11/2023).

Persoalan ini, kata dia, yang kerap memicu ketidakstabilan harga bahan pokok di Kepri akibat stok pangan terbatas hingga biaya logistic pengiriman tinggi dari daerah sentra pertanian, misalnya Pulau Jawa. Berangkat dari situ, Wahyudin mendorong pemerintah daerah menyusun roadmap atau peta jalan dalam rangka mewujudkan program kemandirian pangan pada masa -masa mendatang.

Selain itu, Ketua Komisi II DPRD Kepri itupun menyampaikan dengan adanya peta jalan ketahanan pangan, ke depan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor bahan pangan dari daerah lain maupun luar negeri.

Dia menekankan Pemprov Kepri melalui Dinas Ketahanan Pangan harus memetakan daerah -daerah potensial menghasilkan bahan pangan untuk memenuhi permintaan local, seperti di Kabupaten Natuna dan Anambas.

Tak hanya itu, Pemerintah juga bisa berkolaborasi dengan para pengusaha atau pemilik lahan tidur supaya lahannya bisa dikembangkan menjadi sentra pertanian.

“Tak perlu muluk-muluk, minimal produksi pertanian kita bisa memenuhi 30 persen untuk kebutuhan local, jangan terlalu bergantung pada impor saja,” ucap Wahyudin.

Sementara, Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara, menyampaikan pihaknya telah membuat peta jalan pembangunan pertanian menuju ketahanan pangan Kepri (talenta pangan Kepri). Menurut program itu akan masuk ke dalam RPJMD dan RPJPD Pemprov Kepri.

“Peta jalan ini menjadi bagian terpenting dalam membangun pertanian di Kepri,” kata Adi.

Lanjutnya ia menyampaikan kondisi geografis Kepri yang luas daratannya hanya mpat persen (96% laut) tentu memerlukan konsep dan pemikiran yang terarah dalam mempersiapkan ketahanan pangan daerah. Ia berharap peta jalan ketahanan pangan ini dapat memacu Kabupaten/Kota di Kepri untuk bersama-sama membangun ketahanan pangan.
(Zal).

Komentar

Berita Terkini