Dinkes Tanjungpinang Inisiasi Sistem Rujukan Gawat Darurat Cepat dan Tepat

TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang menginisiasi dan memfasilitasi pertemuan lintas fasilitas kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat kantor Dinkes Tanjungpinang pada Kamis (6/3/2025) ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, S.K.M, M.Si.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT), Kabid Pelayanan Dinkes Provinsi Kepri, Kepala IGD RSUD RAT, RSUD Tanjungpinang, RSAL dr. Midiyato Suratani, Kabid Yankes dan SDMK Dinkes Tanjungpinang, serta seluruh kepala Puskesmas dan dokter Puskesmas se-Kota Tanjungpinang.

Dalam pertemuan ini, seluruh peserta sepakat membangun visi yang sama demi menciptakan sistem rujukan gawat darurat yang lebih cepat, tepat, dan mudah bagi masyarakat. Menurut Rustam, ada tiga poin utama yang menjadi hasil kesepakatan dalam pertemuan tersebut.

“Untuk mempermudah koordinasi dalam pelaksanaan rujukan, akan dibentuk call center dan grup WhatsApp yang melibatkan rumah sakit dan Puskesmas. Setiap rumah sakit juga akan menetapkan operator khusus di IGD untuk memastikan setiap panggilan telepon atau chat WhatsApp langsung direspons,” ujar Rustam usai pertemuan, Kamis (6/3/2025) petang.

Selain itu, pertemuan tersebut juga menghasilkan kebijakan baru terkait rekam medis pasien atau SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Plan). Data pasien yang mencakup kondisi, diagnosis, dan rencana perawatan dapat dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp. Jika dalam waktu 10 menit tidak ada jawaban dari rumah sakit, maka Puskesmas berhak mengeluarkan rujukan tanpa konfirmasi, dengan catatan telah dilengkapi informed consent.

Rustam berharap, dengan adanya kesepakatan ini, hambatan dalam proses rujukan gawat darurat antara Puskesmas dan rumah sakit dapat diminimalisir di masa mendatang. “Semua pihak yang berwenang di fasilitas kesehatan telah menandatangani kesepakatan ini, sehingga diharapkan implementasinya berjalan lancar demi pelayanan kesehatan yang lebih baik,” pungkasnya. (Red).

Editor: Rizal.

Komentar