oleh

BPJS Kesehatan MoU Disnakertran Kepri Dalam Rangka Kepatuhan

Peserta BPJS Kesehatan di Kepri Tertinggi 

Tanjungpinang,Tuah Kepri – Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tanjungpinang melaksanakan MoU Penandatangan Kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertran) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam rangka kepatuhan badan usaha se Provinsi Kepri di hotel CK Tanjungpinang, Jumat (6/4/2018).

Penandatanganan PKS kedua belah pihak ini, langusng ditandarangani langsung oleh Tagor Napitupulu selaku Kepala Disnakartran Provinsi Kepri dan Siswandi COBIT5(F) selaku Deputi Direksi Wilayah Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat dan Jambi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

Kadisnakertran Provinsi Kepri Tagor Napitupulu mengatakan, sangat mendukung kerjasama MoU Focus Group Discussion (FGD) dengan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan badan usaha.

“Kami Disnakertrans Kepri sebagai pengawasan, perannya untuk meningkatkan kepatuhan kepada badan usah. Kepatuhan badan usaha dalam hal ini, untuk mendaftarkan semua tenaga kerjanya ke peserta BPJS Kesehatan,” kata Tagor.

Dengan adanya kerjasama ini kata Tagor, BPJS Kesehatan cabang Tanjungpinang bisa meningkatkan jumlah pesertanya.

“Kami ingin semua perusahan di Kepri patuh dan mendaftarkan pekerjanya di BPJS Kesehatan,” ucap Tagor.

Karena fungsi pengawasan yang dilakukan Disnakertran Provinsi Kepri dalam hal kepatuhan badan usaha, sambung Tagor, karena perusahan tidak memberikan upah sesuai UMK/UMR. Kemudian tidak memberikan THR dan terakhir banyak perusahaan tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPSJ Kesehatan.

“Sehingga apabila terjadi resiko kecelakaan dan butuh perawatan kesehatan, mereka tidak mendapat jaminan sosial dari BPJS Kesehatan. Inilah peran kami sebagai pengawasan supaya perusahaan patuh mengikuti program jaminan sosial BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Deputi Direksi Wilayah Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat dan Jambi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, Siswandi menyampaikan, sangat berterima kasih atas kerjasama bersama Disnakertran Provinsi Kepri, untuk meningkatkan kepatuhan badan usaha di Kepri tahun 2018.

“Ini baru pertama kali kita BPJS Kesehatan menjalan kerjasama untuk meningkatkan kepatuhan badan usaha untuk meningkatkan kepersertaan BPJS Kesehatan,” kata Siswandi.

Siswandi mengatakan, sementara secara nasional untuk jumlah peserta BPJS Kesehatan saat ini di Indonesia mencapai 75 persen, dari total 190 juta penduduk Indonesia.

Sedangkan untuk jumlah peserta BPJS Kesehatan di Kedeputian Sumbar Riau yang mencakup 4 Provinsi, Jambi, Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau, mencapai sekitar 63 persen.

“63 persen tersebut rerdiri dari 11 juta peserta, dari target 100 persen 17 juta peserta yang kita dinginkan,” katanya.

Namun katanya di Kepri untuk jumlah kepesertaan cukup membanggakan, karena jumlah kepesertaan di Kepri tertinggi mencapai 73 persen diantara 4 Provinsi lainya.

“Khusus Kepesertaan BPJS Kesehatan di wilayah kerja BPJS Kesehatan cabang Tanjungpinang sampai 1 April 2018 ini mencapai 395.734 perserta. Tentunya ini secara tidak langsung, mencerminkan tingkat kepatuhan yang betul betul sudah lama dibina BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Adapun kategori kepesertaan di BPJS Kesehatan Tanjungpinang, terdiri dari peserta pekerja Mandiri atau individu yang diperuntukan bagi warga dari golongan pekerja bukan penerima upah (PBPU).

Kemudian pekerja penerima upah (PPU), peserta yang di tanggung oleh perusahaan dan terakhir peserta bantuan iuran (PBI). Yaitu peserta ini hanya diperuntukan untuk warga miskin dan warga tidak mampu menurut data yang tercatat di dinas sosial yang ditanggung oleh pemerintah. (AFRIZAL).

Komentar