Polisi Tetapkan 9 Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Pasar Modern

Batam, Tuah Kepri – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau menetapkan 9 orang tersangka kasus dugaan korupsi Pembangunan Pasar Modern (1 Paket) di Kabupaten Natuna, yang menggunakan APBD Kabupaten Natuna tahun 2014 dan 2015.

9 orang yang ditetapkan tersangka, salah satunya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Natuna berinisial M dan Direktur Utama PT. Mangkubuana Hutama Jaya Perusahaan inisial MA.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga, saat konfrensi Pers, Kamis (22/11/2018) di Pendopo Polda Kepri Batam, mengatakan, tindak pidana korupsi pada kegiatan pekerjaan pembangunan Pasar Modern tersebut, antara Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna dengan PT. Mangkubuana Hutama Jaya yang menggunakan APBD.

Kasus ini terungkap, kata Erlangga, berawal dari penyelidikan yang dilakukan polisi pada Kamis tanggal 24 September 2014 ditandatangani surat perjanjian kerja konstruksi (Kontrak Induk) antara Kadis PU Natuna dan Dirut PT Mangkubuana Hutama Jaya, untuk melaksanakan pembangunan Pasar Modern (1 paket).

Dengan nilai kontrak katanya, nomor : 644/pu-ck/ktr-induk/fisik/165/ix/2014, antara tersangka Inisial M selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna bertindak atas nama SKPD Dinas PU Kabupaten Natuna berdasarkan SK Bupati nomor 48 tahun 2014, dengan inisial MA selaku direktur utama PT. Mangkubuana Hutama Jaya Perusahaan sebagai pelaksana yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

” Total harga kontrak pembangunan pasar itu sebesar Rp36.688.120.000. Kontrak mulai berlaku sejak tanggal 4 September 2014 sampai dengan tanggal 25 Desember 2015,” kata Erlangga.

Dari hasil penyelidikan, kegiatan pekerjaan kontruksi pembangunan pasar modern (1 paket) tersebut mulai dari pelaksanaan sampai dengan pembayaran, bertentangan dengan peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Akibat perbuatan para tersangka, negara  dirugikan sebesar Rp4 Miliar lebih. Penghitungan kerugian negara tersebut, tertuang dalam Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara BPKP Perwakilan Provinsi Kepri, Nomor: SR-356/PW/28/5/2018, tanggal 8 Agustus 2018.

Dalam kasus ini, Ditreskrimsus Polda Kepri menetapkan sembilan orang tersangka dan itu termasuk tersangka Kadis PU dan direktur utama PT. Mangkubuana Hutama Jaya.

Kesembilan tersangka yang ditetapkan, masing-masing berinisial M, MA, MBI, LH, ZH, DAP, DS, S, dan NST. Kesembilan tersangka melanggar Undang-Undang (UU) RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Dalam proses penyidikan dinyatakan lengkap (P.21), selanjutnya direncanakan untuk tahap II, Jumat 23 Nopember 2018 akan diserahkan para tersangka dan barang bukti,” katanya.

Pada konfrensi pers ini, selain Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, juga hadir Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Rustam Mansur, SIK, dan Kasubbid Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri. (ZAL/Kabidhum Polda Kepri).

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Polisi Tetapkan 9 Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Pasar Modern"