Gurindam 12 Menuju The Trully Malay

Tidak ada komentar 526 views

DIAN FADILLAH, S.Sos
Ketua Sanggar Lembayung Tanjungpinang Provinsi Kepri

Opini, Gurindam Dua Belas yang dikenal “Gurindam” merupakan salah satu puisi Melayu lama, merupakan hasil karya Raja Ali Haji seorang sastrawan dan Pahlawan Nasional, yang ditulis di Pulau Penyengat Tanjungpinang di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

DIAN FADILLAH, S.Sos Ketua Sanggar Lembayung Tanjungpinang Provinsi Kepri

DIAN FADILLAH, S.Sos
Ketua Sanggar Lembayung Tanjungpinang Provinsi Kepri

Gurindam ini ditulis dan diselesaikan pada tanggal 23 Rajab 1264 H atau pada 1847 Masehi pada saat Raja Ali Haji berusia 38 tahun. Apabila dilihat dari Isi, gurindam bahwanya karya ini terdiri dari12 Fasal dan dikategorikan sebagai Syi’r al-Irsyadi atau puisi didaktik, karena berisikan nasihat dan petunjuk menuju hidup yang diridai oleh Allah swt. Selain itu terdapat pula pelajaran dasar Ilmu Tasawuf tentang mengenal “yang empat” (Syariat, tarekat, Hakikat, dan makrifat yang diterbitkan pada tahun 1854 dalam Tijdschrft van het Bataviaasch Genootschap No. II, Batavia dengan Huruf Arab dan diterjemahkan dalam Bahasa Belanda oleh Elisa Netsche). Ini salah satu kutipan pasalnya.

GURINDAM DUA BELAS
Karya: Raja Ali Haji
Ini Gurindam pasal yang kedua belas:
Raja mufakat dengan menteri,
Seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
Tanda jadi sebarang kerja.
Hukum ‘adil atas rakyat,
Tanda raja beroleh ‘inayat.
Kasihkan orang yang berilmu,
Tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
Tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
Itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
Kepada hati yang tidak buta.

Isi Gurindam diatas  mengatasnamakan musyawarah dan mufakat, untuk melakukan segala sesuatu diambil atas nama kebersamaan, sehingga Tamatlah Gurindam yang dua belas pasal yaitu karangan Raja Ali Haji, pada tahun Hijrah Nabi kita seribu dua ratus enam puluh tiga likur hari Bulan Rajab Selasa jam pukul lima, Negeri Riau, Pulau Penyengat.

Gurindam 12 seringkali Eksistensinya di masyarakat yang secara harfiah penuh dengan arti dan makna. Berkaitan dalam rangkaian sebuah kalimat ataupun suatu pembicaraan spesial tentang Gurindam secara formal ataupun informal. Sebagai contoh nyata dapat dilihat dalam ruang lingkup seni budaya yaitu Keberadaan seorang pelaku usaha yang bergerak di bidang kesenian dan kebudayaan dengan bidang tari, musik Melayu. Pencinta seni terus melakukan aktivitas seninya dengan mengajarkan teori dan praktek untuk semua tingkatan umur dimulai dari  TK,SD, SLPT dan SLTA serta Umum. Tampilan dapat dilakukan dalam
konsep Tari tradisional dan modern. Kegiatan rutin itu juga diiringi
dengan iringan musik Babano, Akordion, Biola, Gendang, Marakas sebagai alat music ciri khas melayu.

Disisi lain eksistansi Komunitas budaya dilakukan dengan mengikuti event-event daerah yang  diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kab/Kota/Provinsi dan tidak akan menutup kemungkinan juga berusaha dengan giat mencari kegiatan kegiatan lain dengan ikut aktif sebagai Event Organizer, dan pengisi acara serta bekerjasama dengan sekolah sekolah dan Kampus-kampus. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan bisa dalam acara pisah sambut pimpinan di sebuah kantor, Pembukaan kantor baru, acara malam berinai dalam suatu resepsi pernikahan, penyambutan tamu lokal ataupun asing yang dapat dilakukan secara Indoor ataupun outdoor Station Area.

Keberaadaan mencintai dan menyenangi seni budaya local dihadapkan dengan kondisi pahit anak anak sekarang yang lebih cenderung kepada modernisasi. Situasi yang memang berat untuk
dibendung dengan tetap berkarya untuk menghasilkan kualitas hasil dalam cd,vcd ataupun dalam bentuk lain. Kerjasamapun dilakukan dengan media massa apakah itu Surat Kabar, RRI ataupun Tv local dan nasional dengan mengikuti kebutuhan program yang ada lengkap dengan segala keperluan dan ornamik yang dibutuhkan. Segala daya upaya serta karya akan dicurahkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitu eksistensi berseni dan berbudaya disamping memperoleh income (Pendapatan). Inovasipun dilakukan dimulai dari hasil lobi, pembicaraan dan kesepakatan melalui pikiran sendiri ataupun faktor lain dengan keinginan untuk Keep Eksis. Pola-pola bisa saja menjadi alasan utama sehingga berani untuk beradu nasib dengan kehidupan yang keras sebagai “keberadaan” yang memiliki sesuatu penilaian ada atau tidak adanya pengaruh terhadap keberadaan diri seseorang” tentunya memiliki nilai tambah dan semangat sebagai wujud nyata harga diri yang penting.

Keberadaan sebuah Komunias Budaya dapat dianggap dan dapat diperhitungkan oleh orang-orang yang ada di sekelilingnya yaitu sebagai pemikiran manusia yang memanfaatkan dan mengatasi seluruh pengetahuan objektif, sehingga dapat menjadi dirinya sendiri dan menunjukkan bahwa dirinya adalah makhluk yang memiliki eksistensi. Implementasi penting Eksistensi sebuah daerah sangat tergantung kepada banyak hal:

1.Eksistensi biasanya dijadikan           Tanjungpinang sebagai acuan pembuktian diri.

2.  Kegiatan atau pekerjaan yang dikerjakan dilakukan dapat berguna dan mendapat nilai yang baik di mata orang lain.

3.  Terus tanpa henti melakukan inovasi dan kreasi sebagai wujudpengembangan diri.

Di kotaku eksistensi sebuah karya daerah sudah dimulai beberapa
waktu lalu dengan program kuat dengan kiat kiat menyikapi masalah usaha yang disebut Expose Bidang ekonomi kreatif dengan program ESKSIS Disperindag Tanjungpinang dengan mengandeng Ficom Tv.  Kegiatan itu hebatnya berupaya keras melibatkan industri yang dianggap sudah mulai berkreatif diri dengan memiliki unsur kreativitas, mempunyai hubungan dengan inovasi, serta untuk prakarya menggunakan bahan yang ramah lingkungan dari hasil limbah. Asumsi yang ada berkemungkinan sebelumnya sebagai pengusaha kecil masih berusaha sendiri untuk mengaktualisasikan diri sehingga perlu kiranya Pemerinah hadir di tengah-tengah mereka untuk menjembatani bidang promosi Agar produk itu sampai di masyarakat.

Adapun tujuannya adalah agar dikenal dan terangkat ke permukaan melalui media televise dengan fungsi untuk bantuan dan fasilitasi promosi dilakukan oleh Pemerintah daerah, dengan melihat sisi positif suatu karya. Promosi ini diharapkan dapat membangkitkan jiwa wirausaha masyarakat yang memiliki kemampuan tapi tidak tau bagaimana memasarkan kepada masyarakat, apalagi mempromosikannya. Karena dilihat besarnya biaya yang dikeluarkan sehingga ajang ini sangat berguna untuk pemula ataupun yang sudah merintis usaha seperti itu.

Gurindam 12 sebagai icon lama yang direvitalisasikan dalam bentuk lain
dapat menjanjikan sesuatu impian yang besar untuk kejayaan Melayu sebagai Kota yang berjulukan “The Trully Malay” apabila dibandingkan dengan Batam, Bintan, Karimun Bengkulu, Bangka Belitung, Deli Serdang, Padang, dan Kalimantan yang sudah dibakukan berjumlah 12 pasal di dalamnya memiliki nilai nilai yang mutlak berisikan nasehat diri dan kehidupan. Nilai nilai yang terkandung adalah hal yang sepatutnya dilakukan oleh setiap manusia dalam hubungannya
dengan kehidupan dunia akhirat. Implimentasi gurindam 12 yang
dilantumkan denan gaya langgam puisi yang diharapkan dapat  menpengaruhi segenap pikiran dan perbuatan mengarah kepada kebaikan. Pada saaat ini Pemerintah Kota Tanjungpinang sebagai daerahyang keberadaanya diakui sebagai Kota yang mewarisi Pulau penyengat tempat berada nya situs budaya melayu untuk gurindam 12 dengan tanpa mengurangi nilai nilai yang terkandung didalamnya berupaya untuk menangakat gurindam 12 ini dalam bentuk yang lebih nyata dalam kemodernisasian. Gurindam 12 akan dibenahi denan menanamkannya menjadin sebuah pementasan kolosal dalam teater, drama, puisi, lagu dengan kemasan yang bagus sehingga anak muda saat ini un tuk tidak melupakan budaya melayu agar tak lekang di bumi. Rencana ini akan ditaja dengan diikuti dengan konsep kuliner melayu dalam hal makanan dan minuman demi Pemeringkatan Kota Tanjungpinang menjadi Kota Kreatif di Indoensia yang sewajarnya sudah mulai dapat dilakukan
pembenahannya.

Selain itu sebuah eksistensi bisa diapresiasikan kepada seseorang yang sudah banyak memberi pengaruh positif kepada orang lain dengan memotivasi dan mengajak untuk berseni dan berbudaya. Klimaks yang diharapkan adanya perubahan yang significan untuk mengikuti arahan Lembaga Adat Melayu yang diberikan sehingga nilai nilai positif luhur untuk kemajuan diri akan dapat dilihat secara jelas.

Semoga kegiatan yang sedang dirintis untuk Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat diterima oleh barekraf pusat, sehingga dapat meningkatkan denyut nadi pergerakan Industri Kemasyarakatan yang tentunya juga dapat menyemangati jiwa wirausaha masyarakat yang berorientasi kepada peningkatan pendapatan diri, untuk kesejahteraan keluarga. Kesejahteraan keluarga yang didapat akan bermuara kepada The Trully Malay dalam upaya peningkatan pendapatan daerah Kota Tanjungpinang dengan tetap menjunjung nilai-nilai budaya yang
terkandung didalam Gurindam 12 untuk Tanjungpinang Gemilang.

Pencarian Terkait

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Gurindam 12 Menuju The Trully Malay"