Jumlah Anak Jalanan Di Tanjungpinang Capai 80 Orang

Tanjungpinang175 views

Tanjungpinang, Tuah Kepri –

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang, Surjadi menyatakan jumlah angka anak jalanan di Kota Tanjungpinang pada Tahun 2016, mencapai 80 orang.

“Untuk jumlah anak jalanan untuk tahun 2015 sampai Juni 2016 ini, mencapai 80 orang. Ada yang tidak memiliki KTP, KK, Akte dan statusnya ada tamatan SD,SMP, SMA dan ada juga tidak bersekolah,” kata Surjadi pada acara kegiatan penertiban dan pembinaan anak jalanan tahun 2016 di Aula Embung Fatimah kantor Dinsosnaker Tanjungpinang.

Surjadi menjelaskan, dari jumlah 80 orang anak jalanan tersebut, anak laki-laki ada sekitar 50 orang dan perempuan 30 orang.

“Dari 80 orang orang tersebut, untuk pendidikan SD ada sekitar 41orang anak laki-laki dan anak perempauan sekitar 19 orang. Tamatan SMP ada sekitar 21 orang anak Laki-laki dan anak perempuan ada sekitar 16 orang, SMA ada sekitar 3 orang anak laki-laki. Sedangkan yang belum sekolah ada sekitar 6 orang anak laki-laki dan anak perempuan sekitar 4 orang dan yang putus sekolah ada sekitar 9 orang anak laki-laki dan anak perempuan sekitar 7 orang,” ujar Surjadi.

Sedangkan dari 80 orang anak jalanan tersebut, kata Surjadi yang memiliki Akte kelahiran ada sekitar 20 orang dan tidak memiliki akte ada sekitar 60 orang.

“Untuk 20 orang yang memiliki akte, untuk anak laki-laki 12 orang dan perempuan 8 orang. Dan tidak memilki akte ada sekitar 60 orang, yang terdiri 48 orang anak laki-laki dan 12 orang anak perempuan,” ucapnya.

Sedangkan yang memiliki Kartu Keluarga (KK) dari 80 orang anak jalanan di Kota Tanjungpiinang, kata dia, ada sekitar 65 orang anak. Untuk anak laki-laki sekitar 52 orang dan anak perempuan sekitar 16 orang. Sementara yang tidak memiliki KK ada sekitar 15 orang, untuk anak laki-laki ada 12 orang dan anak perempuan ada 3 orang.

Dari keterangan diatas melihat dari statusnya dan alasananya kata Surjadi karena sebagaian orang tua tidak memiliki KTP dan KK. Terus sebagian anak tidak memiliki surat keterangan lahir dari bidan karena dulunya mereka melahirkan dengan dukun beranak.
Selanjutnya alasan lainya, sebagian orang tua anak tidak menikah, orang tua anak tidak acuh dan ada juga sudah nenilki KK tetapi hilang dikarenakan banjir.

“Dengan ada kegiatan ini setelah kita kumpulkan semua, lalu kita memberikan pembinaan dan juga pengawasan, baik kepada orang tua maupun untuk anak jalanan itu sendiri. Karena anak jalanan merupakan aset pemerintah yang diselamatkan serta dibina, agar anak ini mendapatkan masa depan yang lebih baik. Meskipun kita Pemko Tanjungpinang pada tahun ini 2015 sampai 2016, belum bisa memberikan bantuan dikarenakan defisit anggaran. Tapi untuk kebutuhan mereka, melalui kegiatan ada kita bantu,” kata Surjadi.

Namun bila dilihat pada tahun sebelumnya 2013 dan 2014, katanya mereka anak jalanan mendapat bantuan dari Pemko Tanjungpinang. “Untuk tahun 2013 bantuan yang diberikan Pemko Tanjungpinang sekitar Rp3 juta per orang untuk per tahun. Sedangkan untuk tahun 2014 bantaun yang diberikan sekitar Rp2 juta perorang untuk per tahun. Kita harapakan untuk jumlah anak jalanan di Tanjungpinang semoga lebih berkurang dari tahun ke tahun,” katanya. (AFRIZAL).

Komentar