TANJUNGPINANG, TUAHKEPRI– Fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang di kawasan Jalan Merpati, Perumahan Kenangan Jaya 3, kini tengah menjadi sorotan tajam.
Pasalnya, sudah hampir satu bulan terakhir sarana air bersih tersebut tidak berfungsi dengan sempurna, menyebabkan warga setempat kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Menurut penuturan warga sekitar, gangguan pada mesin air SPAM ini sudah berlangsung lama. Meski sempat terlihat adanya upaya perbaikan dari pihak terkait, namun kenyataannya aliran air hingga saat ini masih mati total dan tidak kunjung mengalir ke rumah -rumah warga.
“Air ini adalah kebutuhan paling mendasar kami setiap hari. Memang sempat terlihat ada perbaikan, tapi nyatanya sampai sekarang air tetap tidak berfungsi,” kata Tata, salah seorang warga setempat dengan nada kecewa, Rabu (24/6/2026).
Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Pengelola.
Kekecewaan warga semakin memuncak mengingat mereka merupakan pelanggan aktif yang rutin membayar iuran setiap bulannya. Warga merasa hak mereka untuk mendapatkan air bersih telah diabaikan, sementara kewajiban pembayaran terus berjalan.
“Kami bayar tiap bulan, jadi tanggung jawab pengelola di mana? Kalau kondisinya terus seperti ini, kami sangat dirugikan,” tambahnya.
Siap Swadaya Ganti Mesin Jika Pemko Angkat Tangan
Mengingat urgensi kebutuhan air yang tidak bisa ditunda, warga Perumahan Kenangan Jaya 3 mendesak Pemko Tanjungpinang untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap jajaran pengelola SPAM tersebut.
Bahkan, warga menyatakan siap mengambil langkah ekstrem secara swadaya jika pemerintah daerah terkesan lamban atau tidak mampu mengatasi kerusakan teknis yang ada.
Tuntutan Utama: Meminta Pemko Tanjungpinang segera mengevaluasi kinerja pengelola SPAM di Jalan Merpati.
Solusi Alternatif Warga: Jika pemerintah angkat tangan dan tidak sanggup memperbaiki, warga menyatakan siap bergotong-royong mengganti mesin air tersebut secara mandiri demi kelancaran pasokan air bersih.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon cepat dan langkah konkret dari pihak Pemko Tanjungpinang serta instansi terkait, untuk menyelesaikan krisis air bersih yang mencekik aktivitas domestik mereka. (AL/YT).
