6 Parpol di 4 Kabupaten Kepri Batal Jadi Peserta Pemilu 2019

Tanjungpinang, Tuah Kepri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membatalkan 6 Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu 2019, untuk 11 kepengurusan Parpol di 4 Kabupaten di seluruh Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Sebanyak 6 Parpol untuk 11 kepengurusan Parpol di 4 kabupaten di Provinsi Kepri, dibatalkan sebagai peserta pemilu di Pemilu 2019. Karena tidak menyerahkan LADK (Laporan Awal Dana Kampanye) hingga batas waktu yg ditetapkan yaitu tanggal 10 Maret 2019,” Devisi Hukum Widiyono Agung S kepada sejumlah awak media, Minggu (24/3/2019) melalui pesan Whatt Shap.

Dari 11 kepengurusan Parpol yang tidak menyerahkan LADK, kata dia, mereka semua juga tidak mengajukan Caleg di kabupaten.

” Untuk Kabupaten Kepulauan Anambas ada 5 partai yaitu PKB, PKS tidak mempunyai kepengurusan partai dan tidak mengajujan Caleg. Sedang Partai Garuda, Partai Berkarya dan PKPI tidak mengajukan Caleg. Untuk Kabupaten Lingga terdapat 3 partai yaitu Partai Garuda, PBB dan PKPI ketiganya tidak mengajukan Caleg atau tidak ada pencalonan. Lalu Kabupaten Natuna yaitu Partai Garuda yg tidak ada pengurus dan PKPI tidak mengajukan Caleg. Dan terakhir Kabupaten Karimun untuk Partai PKPI yang tidak mengajujan Caleg,” ucapnya.

Ke 6 partai tersebut dimasing-masing daerah, sambung Agung, sudah dihubungi, baik melalui surat maupun Group LO oleh KPU Kabupaten baik saat melaksanakan bimtek LADK, LPSDK dan surat konfirmasi.

“Tetapi higga batas tanggal yang ditentukan juga belum mengajukan LADK. Maka sesuai peraturan Dana Kampanye di UU 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, junto PKPU nomor 24 tahun 2018 tentang Dana Kampanye Peserta Pemilu, junto PKPU nomor 34 tahun 2018 tentang Perubahan ke 2 PKPU no. 24, maka KPU membatalkan kepesertaan sebagai peserta pemilu, melalui durat KPU RI yaitu surat Keputusan nomor 744 tahun 2019 tentang Pembatalan Parpol sebagai Peserta Pemilu,” katanya. (ZAL/Red).

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "6 Parpol di 4 Kabupaten Kepri Batal Jadi Peserta Pemilu 2019"